Soedarman Wabup Hasil Negosiasi

Jumat, 18 Oktober 2019

Kamis, 10 Okt 2019, dibaca : 465 , bagus, ira

MALANG – Drs. Mohamad Soedarman MM, terpilih sebagai wakil Bupati Malang dengan menang 44 suara di DPRD Kabupaten Malang, Rabu (9/10) kemarin. Pengaman politik menyebut ia adalah Wabup hasil dari negosiasi politik partai pengusung. Soedarman bisa jadi sepaket dengan Sanusi, namun bisa jadi blunder untuk Sanusi di Pilkada 2020.
Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Lab .IP  FISIP UMM, Yana S Hijri, S.IP.M.IP kepada Malang Post, kemairn. Kata dia, dalam pencalonan Cawabup, partai politik selalu memiliki perhitungan politik.
”Jadi tidak mungkin hanya diusulkan saja. Pasti ada perhitungannya. Dan bisa jadi terpilihnya wabup ini, menjadi sinyal keduanya dapat maju kembali di Pilkada berikutnya,’’ kata pria yang juga pemerhati pemerintahan ini.
Yana sapaan akrabnya mengatakan, kepala daerah dan wakil kepala daerah merupakan satu paket yang tidak terpisahkan. Namun, kata Yana, satu tahun ke belakang, bahwa Kabupaten Malang, hanya dipimpin satu orang saja.
”Selama ini pemerintahan berjalan. Tidak ada kendala, pembangunan di Kabupaten Malang juga berjalan. Jadi artinya, dipimpin satu orang, Kabupaten Malang masih berjalan,’’ ungkapnya.
Namun faktanya, kemudian ada pemilihan Wabup, yang kemudian akan mendampingi bupati Malang sampai dengan akhir masa jabatannya pada Februari 2021 mendatang. Seperti diketahui wakil bupati sendiri memiliki tugas membantu Bupati sesuai UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
”Sejauh ini semua tugas (Sesuai UU 23, Red) itu dapat dijalankan dengan baik oleh pak Sanusi. Dan tidak ada masalah. Jika kemudian ada pemilihan wakil bupati, pastinya ada negosiasi antar partai pengusung,’’ ungkapnya.
Yana mengatakan, memiliki wakil bupati pada saat akan masuk tahun politik memang bisa menjadi menguntungkan. Karena wakil bupati dapat menambah suara. Namun demikian, keberadaan wakil bupati ini juga bisa menjadi blunder, karena dalam satu tahun, dia juga akan bisa menarik simpatik masa, hingga akhirnya maju sendiri dalam pilkada.
”Dalam politik itu semuanya menjadi mungkin. Tapi dari awal yang dipilih merupakan kalangan akademisi, maka bisa jadi dia juga dijadikan CCTV oleh Bupati untuk melakukan pengawasan terhadap birokrat.Tentu saja kaitannya adalah dukungan,’’ tandas Yana.

Rosyid hanya Raih Lima Suara
Soedarman, terpilih sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Malang. Akademisi yang merupakan Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara ini, akan mendampingi Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, menuntaskan sisa masa jabatan periode 2016 - 2021.
Terpilihnya Soedarman, melalui sidang paripurna pemungutan dan perhitungan suara, di gedung DRPD Kabupaten Malang, Rabu (9/10) siang. Soedarman mendapat dukungan 44 suara dari anggota dewan. Sementara rivalnya, Abdur Rosyid Assadullah, Spd. MM, hanya memperoleh 5 suara. Satu suara tidak sah, karena tidak tercoblos.
"Selamat atas terpilihnya Mohamad Soedarman sebagai Cawabup terpilih. Setelah proses pemilihan ini selesai, dilanjutkan dengan penetapan Cawabup terpilih. Paling lambat penetapan dalam waktu satu atau dua hari ini," ungkap Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto.
Setelah penetapan dilakukan, lanjut Didik, DPRD berkewajiban untuk segera mengusulkan pada Gubernur Jawa Timur melalui Bupati Malang. Selanjutnya Gubernur Jatim, akan meneruskan ke Kemendagri. "Dengan demikian supaya Cawabup terpilih bisa segera definitif," katanya.
Begitu nanti sudah dilakukan pelantikan, Didik berharap ada sinergitas antara Bupati dan Wakil Bupati Malang. Pembagian tugas harus jelas, dalam rangka mengawal program pembangunan di Kabupaten Malang.
"Karena kita ketahui bahwa wilayah Kabupaten Malang sangat luas. Jumlah ASN juga cukup banyak. Sehingga ketika pembagian tugas berjalan baik, maka tata pemerintahan serta sistem pembangunan juga akan berjalan baik," terang Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang ini.
Ada 50 orang anggota dewan yang memiliki hak suara memilih Cawabup. Pemilihan dilakukan seperti proses pemilu pada umumnya. Satu persatu anggota dewan yang dipanggil, menghadap panitia sembari membawa kartu pemilih.
Setelah itu, dilanjutkan mencoblos di bilik pemilih yang sudah disediakan. Begitu surat suara sudah dicoblos, langsung dimasukkan dalam kotak suara. Proses pemilihan dilakukan secara terbuka. Disaksikan Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, Forpimda, dua Cawabup, Kepala OPD, organisasi masyarakat serta Camat.
Begitu semua 50 anggota dewan sudah menyalurkan hak suara, langsung dilanjutkan dengan perhitungan suara. Proses perhitungan menghadirkan lima orang perwakilan Fraksi partai politik sebagai saksi.
Surat suara pertama yang dibacakan, menyebut nama Abdur Rosyid Assadullah, Spd. MM. Kemudian surat suara lanjutan yang dibacakan, memilih nama Soedarman. Hingga Soedarman mendapat dukungan mutlak 44 suara. Sedangkan Abdur Rosyid memperoleh 5 suara.
Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, menanggapi biasa dengan terpilihnya Mohamad Soedarman. Namun, setelah nantinya sudah dilantik sebagai Wakil Bupati Malang, akan ada pembicaraan terkait pembagian tugas.
"Biasa saja. Saya kan sudah menyampaikan sebelumnya, siapa yang terpilih, ya itu akan menjadi Wakil Bupati," ucap Sanusi.
Disinggung dengan sisa masa jabatan sekitar 1,5 tahun ini, apakah ada program baru?. Sanusi, memastikan tidak ada program baru. Karena semua program sudah terpapar pada visi misi sebelumnya bersama Rendra Kresna.
"Tetapi kalau pekerjaan, pasti secepatnya nanti akan kami bicarakan. Pasti ada pembagian tugas. Karena tugas utama Wakil Bupati adalah melakukan pengawasan terhadap SKPD untuk disesuaikan dengan program di APBD," jelasnya.(ira/agp/ary)



Loading...