Soal Wakil, Golkar Tunggu Survei

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Soal Wakil, Golkar Tunggu Survei

Selasa, 10 Mar 2020, Dibaca : 4599 Kali

MALANG -  Gembar-gembor Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung sendiri calonnya, belum dapat terealisasi sampai saat ini. Terbukti, sampai dengan kemarin, rekomendasi nama calon yang diusung masih belum ditetapkan.
“Iya masih belum. Kami DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PKB masih menunggu,’’ kata Ketua DPC PKB Ali Ahmad,


Kepada Malang Post, Ali Ahmad mengatakan untuk rekom, itu merupakan kewenangan dari DPP. Sedangkan DPC menurut dia hanya mengusulkan saja. Sementara yang menentukan menurut Gus Ali tetap DPP.
“Itu termasuk koalisi. Daerah hanya sebatas menjalin komunikasi dan melaporkan hasilnya ke DPP. Dan penentunya tetap DPP,’’ tambahnya.


Seiring dengan itu, Gus Ali pun meminta seluruh warga untuk bersabar. Dia juga yakin, calon yang direkomendasi oleh DPP merupakan yang terbaik. Tidak sekadar memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi, tapi juga dapat membangun Kabupaten Malang lebih baik ke depannya.
Sementara itu, Partai Golkar tetap kekeh mengusung Siadi sebagai calon bupati Malang.  Alasan nama Siadi yang diusung, karena ketokohannya. Siadi tidak sekadar menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, tapi juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi.
“Secara ketokohan, beliau tidak perlu diragukan. Popularitas dan elektabilitasnya cukup tinggi,’’ kata Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo.


Selain itu, mengusung Siadi sebagai calon bupati juga hasil dari Musda yang digelar beberapa waktu lalu. “Semua kader mulai dari tingkat ranting, PAC sepakat mencalonkan pak Siadi sebagai calon. Dan nama beliau juga kemudian yang kami usulkan ke pusat,’’ tambah Kusmantoro.


Lalu bagaimana dengan calon wakil bupati? Pria yang menjabat Ketua Bidang OKK DPD Partai Golkar Kabupaten Malang ini mengatakan partainya menunggu hasil survei. Kusmantoro tidak menampik, jika sebelumnya  mencuat informasi bahwa Partai Golkar akan menggandeng Tyas Sujud, untuk calon wakil bupati. Namun demikian, informasi tersebut belum fix.
“Kalau wakil kami memang masih belum. Kami menunggu hasil survei,’’ katanya.


Kusmantoro menyebutkan, untuk figur wakil partainya memang tidak mau gegabah dan betul-betul diperhitungkan.
“Kami harus teliti untuk menentukan wakil,  ya itu kami tidak mau justru menjadi bumerang. Jangan sampai figur wakil yang kami pilih ini justru melemahkan. Dan itulah kenapa kami menunggu hasil survei,’’ tambahnya.
Dia mengatakan untuk survei saat ini sudah jalan dan jika tidak ada halangan, akhir Maret nanti hasilnya sudah diketahui.


Sedangkan untuk koalisi, Kusmantoro mengatakan sudah menjalin komunikasi dengan partai lainnya. Dia mengakui, jika partainya mengusung sendiri calon, maka mau tidak mau harus berkoalisi.
“Kami harus realistis. Kami hanya memiliki delapan kursi, sedangkan minimal kursi untuk dapat mengusung sendiri calon jumlahnya sepuluh. Makanya saat ini kami gencar berkomunikasi partai lain, agar bisa berkoalisi,’’ tandasnya.(ira/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Ira Ravika