SMPN 3 Hemat Listrik Berkat Energi Surya | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 30 Okt 2019, dibaca : 492 , rosida, imam

MALANG - Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, meresmikan Energi Listrik Surya Atap (ELSA) SMP Negeri 3 Malang. Sumber daya listrik bertenaga surya dengan kekuatan 19.600 watt tersebut, merupakan bantuan dari alumni SMPN 3 Malang yang dijembatani oleh Pengurus Komite. Dengan sarana listrik tersebut, SMPN 3 Malang dapat menghemat hingga 50 persen pengeluaran anggaran listrik setiap bulannya.

Kepala SMPN 3 Malang Dra. Mutmainah Amini, M.Pd mengungkapkan, sebelum adanya ELSA, sekolah setiap bulannya mengeluarkan dana hampir enam juta rupiah untuk penggunaan listrik. Setelah Elsa, terpasang sekolah kini hanya mengeluarkan sekitar tiga juta rupiah saja.
"Tentunya ini sangat menguntungkan kami. Sisa anggaran listrik yang ada bisa kita gunakan untuk pengembangan sektor lainnya," katanya kepada Malang Post.
Ia menambahkan, dengan tingkat efisiensi yang tinggi sekolah bisa melakukan pengembangan di bidang lain. Seperti peningkatan kualitas SDM guru serta mutu pembelajaran. Dengan demikian peningkatan pendidikan bisa merasa di berbagai bidang.
Amini merasa beruntung dengan memiliki sarana listrik bertenaga matahari. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari sarana tersebut. Selain sebagai penghemat anggaran listrik, Elsa juga menjadi sarana pembelajaran.
Elsa sendiri diberikan alumni sejak Bulan Juni lalu. Manfaatnya sudah dirasakan oleh sekolah selama tiga bulan terakhir. Selama itu pula Elsa menjadi sarana pembelajaran. Antara lain materi pelajaran IPA, IPS dan Matematika.
"Banyak manfaat yang bisa kita ambil dari penggunaan energi Surya ini. Anak-anak kami menjadi lebih mengerti sistem penggunaan energi terbarukan dengan memanfaatkan sumber daya alam, yang dianugerahi oleh Allah," terangnya.

   Baca juga : Sensasi Kengerian yang Menyenangkan

Sementara itu, Wali Kota Malang Drs. Sutiaji yang meresmikan ELSA, Rabu (30/10), merasa kagum akan inisiatif SMP Negeri 3 terutama komite dan alumni, dalam menggunakan energi Surya untuk kebutuhan energi listrik di sekolah.
Menurutnya, peran komite dan alumni sangat sentral dalam pengembangan mutu pendidikan khususnya yang berkaitan dengan sarana sekolah. "Ini bukti akan cinta alumni pada almamater dengan memberikan sesuatu untuk kepentingan pendidikan. Karena setiap alumni punya utang budi pada sekolahnya," kata dia.
Peran guru, komite dan alumni tidak dapat dipisahkan. Semua unsur tersebut harus bersinergi menjadi satu instrumen kekuatan yang besar untuk meningkatkan mutu pendidikan.
"Dan sinergitas tersebut telah ditunjukkan oleh mereka yang ada di SMPN 3 Malang, kami pemerintah Kota Malang sangat mengapresiasi itu," ungkapnya.
Pengurus Komite SMPN 3 Malang Erry Krisharnowo, mengungkapkan ELSA merupakan bentuk partisipasi alumni yang diprakarsai oleh Nur Pamudji, mantan Direktur PLN, alumni SMPN 3 Malang tahun 1976.
Kebutuhan listrik sekolah yang mencapai hingga 46.000 Watt dinilai perlu dibantu agar tidak terlalu menjadi beban finansial sekolah.
Melihat hal tersebut para alumni menyumbangkan ELSA dengan kekuatan 19.600 Watt. Hampir separuh dari kebutuhan listrik sekolah. Biaya untuk pengadaan listrik energi matahari ini juga tidak murah. Mencapai 400 juta lebih dengan biaya operasionalnya.
"Ini apresiasi yang diberikan oleh alumni kepada sekolah. Kami sampaikan terimakasih atas kepedulian teman-teman alumni," ucapnya, yang juga alumni SMPN 3 Malang, tahun 1982.
Erry mengatakan ELSA sumbangan alumni tersebut merupakan spek terbaru dengan standar Euro 3. Sebuah produk teknologi terbaru dari Jerman.
"Dan ini tentunya sangat berguna  sebagai media pembelajaran siswa kami, termasuk juga pembelajaran bagi masyarakat untuk mulai melirik energi listrik terbarukan," tuturnya.  (imm/oci)



Kamis, 05 Des 2019

Ilmu Lebih Penting Dari Gaji

Loading...