SMPK Kosayu 1 Terapkan Klinik Belajar Siswa | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 19 Sep 2019, dibaca : 708 , rosi, imam

Para siswa SMPK Kolese Santo Yusup 1 saat didampingi, Bertha Ispriantami, S.Si, selaku guru dalam program klinik belajar.

MALANG- Siswa SMPK Kolese Santo Yusup 1 Unit Sutomo Klojen mengikuti agenda khusus sepulang sekolah. Tepatnya pada pukul 14.10 WIB setiap harinya, siswa mengikuti Klinik Belajar. Klinik ini adalah program bimbingan oleh guru mata pelajaran terhadap siswa yang mengalami kesulitan dalam belajarnya. Dilaksanakan selama 50 menit terakhir sebelum siswa pulang. 
Kepala SMPK Santo Yusup 1, Maria Monica, S.Pd., menjelaskan tujuan dari klinik belajar selain untuk memperkuat pemahaman, juga agar siswa tidak membawa 'masalah' ke rumah.  Masalah dalam artian tugas-tugas berupa Pekerjaan Rumah (PR) dari sekolah. 
"Tapi bukan berarti menyelesaikan PR di sekolah. Maksud kami agar siswa lebih mengerti materi pelajaran sehingga mudah menyelesaikan tugasnya," terangnya.
Monica menerangkan, klinik belajar merupakan satu sistem belajar yang diatur lebih bebas, sesuai kebutuhan siswa. Misalnya kesulitan mengerjakan tugas matematika, maka siswa mendatangi guru matematika, demikian juga pelajaran yang lain. 
"Klinik belajar dilaksanakan dengan sistem moving class. Setiap kelas ada dua orang guru yang stand by, untuk melayani siswa yang membutuhkan pendampingan," ujarnya. 
Adanya klinik belajar juga bertujuan untuk menghindari siswa belajar kelompok di rumah. Sebab hal itu tentu membuat waktu tidak efektif dan membuang waktu anak bersama keluarga. Jadi tugas kelompok harus diselesaikan saat jam klinik belajar di sekolah. Setelah adanya klinik belajar, pelanggaran tidak mengerjakan PR semakin berkurang. Dan di waktu klinik belajar siswa juga bertugas merekap tugas yang akan dilaksanakan besok harinya. 
Monica mengungkapkan, sejauh ini respon orang tua sangat baik dengan program tersebut. Adanya klinik belajar memberikan perubahan yang baik pada anak-anak mereka. Terutama dalam hal karakter. 
Siswa menjadi semakin mandiri dan bertanggung jawab. Sebab di klinik belajar setiap siswa diharuskan untuk menyelesaikan permasalahan belajar mereka dengan guru. 
"Anak-anak kami menjadi semakin percaya diri dan berani bertanya pada guru. Tidak lagi takut atau sungkan. Mereka menjadi lebih terbuka," ungkapnya. 
Tugas guru klinik juga memantau jalannya klinik belajar dan memberikan pembinaan kepada siswa yang tidak mengikuti program dengan seksama. Jika ada siswa telah selesai dengan permasalahannya, sementara waktu klinik masih ada, maka diarahkan untuk belajar kelompok atau  ke perpus dan ruang digital. "Kami juga terapkan metode belajar tutor sebaya. Karena guru klinik kami terbatas, dan siswa bisa belajar kepada temannya sendiri," imbuhnya. 
Ia menambahkan, klinik belajar kedepannya akan ditata dengan sistem yang lebih rapi. Dengan harapan agar lebih efektif mengingat waktu yang digunakan tidak lebih dari 50 menit saja. 
"Kalau sistemnya sama, hanya kita tata lebih rapi saja," pungkasnya. (imm/sir/oci)



Jumat, 13 Des 2019

Dilahap Api, Rp 90 Juta Ludes

Loading...