SMAK Santo Yusup Gerakkan Literasi Siswa

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


SMAK Santo Yusup Gerakkan Literasi Siswa

Senin, 10 Feb 2020, Dibaca : 687 Kali

MALANG – SMAK Santo Yusup mengembangkan program literasi dengan menggiatkan berbagai kegiatan untuk menggerakan literasi siswa. Sejak satu tahun terakhir, gerakan literasi yang dilaksanakan setiap Sabtu dilaksanakan dengan sistematis lengkap dengan kurikulumnya.  
Gerakan literasi siswa kelas X pada topik seputar literasi baca tulis. Untuk penyadaran mereka akan pentingnya literasi.
"Sumber baca atau referensi itu penting untuk memperkaya wawasan," ucap Koordinator Literasi SMAK Kolese Santo Yusup, Anastasia Lesmiyati, S.Pd. kepada Malang Post.
Dijelaskannya, dalam literasi dasar ini siswa kelas X menuliskan manfaat dan pengalaman mereka dari membaca buku atau teks yang sudah ditentukan. Siswa juga dapat menuangkan gagasannya dalam bentuk poster.
Sedangkan siswa kelas XI lebih fokus pada literasi nilai-nilai karakter baik yang sesuai dengan visi misi yayasan maupun Kemendikbud. Banyak literatur yang bisa mereka gunakan yang isinya bisa dalam bentuk cerita atau kisah-kisah motivasi.
"Setelah itu mereka menyimpulkan dari yang dibaca dalam bentuk refleksi yang bermakna," imbuhnya.
Dari sumber yang telah dibaca siswa kelas XI menurutnya, mereka membuat produk dari hasil membaca dan pengolahannya. Berupa ulasan bernilai refleksi, misalnya tentang nilai kasih. "Nilai-nilai yang diajarkan dalam yayasan kami ada nilai taat, nilai kasih, kerjasama dan disiplin, yang sebenarnya juga beririsan dengan nilai karakter Kemendikbud," paparnya.
Ditambahkannya, siswa kelas XII arah literasinya pada persiapan karir. Misalnya tentang cita-cita dan bagaimana upaya dalam mencapainya. Teks literasi siswa kelas XII lebih banyak tentang soft skill. Sehingga lulus dari SMAK Santo Yusup mereka lebih siap dengan hasil penguatan soft skill yang didapat dalam literasi.
Lesmiyati mengungkapkan, dalam proses penyusunan kurikulum literasi ia berkoordinasi dengan pihak BK dan tim Kurikulum. Termasuk dalam menyusun kerangka kurikulum literasi dasar untuk pembiasaan membaca dan menulis yang dilaksanakan sekali dalam sepekan tersebut. "Agar kegiatan literasi yang kita laksanakan menjadi terarah dan tidak sekedar membaca," terang guru asal Magelang ini.
Ia mengungkapkan, untuk meningkatkan motivasi siswa dalam berliterasi guru punya cara tersendiri. Yakni dengan memberikan penghargaan kepada siswa-siswi dengan karya terlengkap. Penghargaan tersebut diberikan setiap akhir semester.
Tim literasi melakukan seleksi untuk menentukan yang terbaik dari tiap tingkatan kelas dan jurusan. Yaitu jurusan IPA, IPS dan Bahasa. "Jadi ada sembilan siswa yang setiap akhir semester mendapat penghargaan siswa dengan literasi terbaik," tandasnya. (imm/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Imam Wahyudi