SMA Islam Sabilillah Malang Berbagi dengan Santri Nur Ilahi

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


SMA Islam Sabilillah Malang Berbagi dengan Santri Nur Ilahi

Kamis, 21 Mei 2020, Dibaca : 1443 Kali

MALANG - Ramadan tahun SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School memberikan perhatian kepada para santri di Pondok Pesantren Nur Ilahi, Desa Tangkilsari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Sejumlah sembako dikirimkan demi membantu mencukupi kebutuhan hidup para santri.


Melalui bantuan tersebut SMA Islam Sabilillah ingin berbagi keberkahan bulan suci Ramadan kepada para santri yang mayoritas dari kalangan keluarga tidak mampu dan juga yatim piatu.  Santunan tersebut bagian dari agenda Pondok Ramadan SMAIS yang telah terlaksana sejak awal Ramadan. Santunan  itu agenda puncak penutup kegiatan Pondok Ramadan tahun ini.


Ketua Pelaksana M. Abdu Atho'illah, S.Pd mengatakan, kunjungan SMAIS ke Pondok Pesantren Nur Ilahi merupakan kedua kalinya. Pertama dalam rangka mencari keberkahan untuk kelas XII yang hendak melaksanakan Ujian Nasional.
“Pesantren ini kembali menjadi jujugan SMAIS dalam kegiatan Ramadan. Dengan alasan kondisi pesantren dan kehidupan santrinya yang layak mendapat perhatian lebih. Kalau boleh bilang kondisinya memprihatinkan, karena memang santrinya dari kalangan duafa," kata M. Abdu Atho'illah.


Sejak didirikan, pesantren tersebut menampung santri dari kalangan keluarga miskin. Dan pihak pesantren sendiri diketahui tidak pernah meminta bantuan kepada pihak manapun, termasuk pemerintah.
Selama ini hanya mengandalkan penghasilan dari KH. M. Tamyis Al Faruq, sang pengasuh dari pekerjaannya berkebun. Pantas sebenarnya jika bantuan sosial disalurkan ke pesantren tersebut, terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini.


Selain sembako berupa beras, gula, minyak dan telur, bantuan SMAIS juga diwujudkan peralatan alat tulis dan uang saku untuk setiap santri. Di Nur Ilahi juga terdapat lembaga formal tempat para santri belajar ilmu umum. Yakni SD, SMP dan SMA.
Atho' menjelaskan donasi untuk bantuan tersebut diperoleh dari uluran tangan guru dan orang tua siswa yang digalang selama dua pekan terakhir. Total donasi mencapai lebih dari Rp 24 juta. "Ini merupakan amal dari siswa, guru dan orang tua. Uangnya kita wujudkan barang-barang itu, dengan harapan dapat membantu anak-anak disana," terangnya.


Ia berharap kegiatan sosial tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi yang menerima, lebih dari itu juga berimbas pada jiwa sosial siswa SMAIS. Karena kegiatan tersebut merupakan implementasi dari hadits Rasulullah yang mengajar untuk bersedekah di kala lapang maupun sempit.  "Dengan bersedekah dapat memberikan jalan keluar dari masalah yang dihadapi. Terlebih saat ini anak-anak dalam kondisi tertekan karena pandemi, perlu disadari bahwa di luar sana ada banyak orang yang punya permasalahan yang lebih komplek," jelasnya. (imm/sir/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Imam Wahyudi