Slemania Pastikan Absen di Kanjuruhan | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 23 Sep 2019, dibaca : 852 , parijon, stenly

MALANG – Suporter tim tamu PSS Sleman dipastikan bisa hadir di Stadion Kanjuruhan, Selasa (24/9) sore ini. Mereka bisa memberikan dukungan untuk tim Super Elang Jawa, karena Panpel Arema FC sudah menyiapkan kuota sebanyak 2.250 lembar tiket, sesuai dengan pihak panpel tim tamu. Namun, besar kemungkinan yang datang hanya dari pihak Brigada Curva Sud (BCS), sebab dari kelompok suporter Slemania memastikan absen hadir di Bhumi Arema.
“Kami dapat info dari Panpel Sleman saudara Tara, yang menyatakan suporter PSS akan hadir dan meminta kuota sesuai regulasi,” papar Ketua Panpel Arema, Abdul Haris.
Menurutnya, berdasarkan informasi panpel Sleman, pihak suporter yang akan hadir adalah BCS (Brigada Curva Sud). Namun untuk jumlahnya masih belum bisa dipastikan. Akan tetapi, dia memastikan jumlah suporter tamu yang datang, akan berpengaruh pada cara antisipasi pihak kepolisian untuk pengamanan.
“Sedangkan dari Slemania, melalui Presidium Asep Handi, sudah menyatakan Slemania tidak akan hadir. Sekarang kami tinggal menunggu informasi berapa pastinya yang datang dari BCS,” tuturnya.
Menurut dia, sebagai Panpel tuan rumah pihaknya memang memberikan kuota. Sebab, usai kordinasi mengenai keamanan, pihak kepolisian juga tidak keberatan. “Panpel harus menyiapkan sesuai regulasi, sebab bila tidak akan ada sanksi,” bebernya.
Ia mengatakan, suporter tim tamu akan ditempatkan di tribun 1 dan masuk melalui pintu nomor 1. Menurutnya, Panpel dan kepolisian sudah melakukan persiapan keamanan dan kenyamanan kepada suporter tamu.
“Kami berharap nawak-nawak Aremania juga memberikan tempat dan menjadi tuan rumah yang baik untuk Slemania atau BCS,” tambah Haris.
Dengan kehadiran suporter tamu, dia menekankan bila Panpel akan mengantisipasi sedini mungkin hal-hal yang tidak diinginkan. “Sehingga semua bisa berjalan lancar dan sebaik-baiknya,” tutur dia.
Keamanan dalam laga tersebut memang patut jadi perhatian tersendiri. Sebab, berkaca pada putaran pertama, terjadi kericuhan yang melibatkan suporter tuan rumah dengan Aremania. Laga bahkan dihentikan nyaris satu jam karena terjadi saling lempar dengan suporter PSS yang ditengarai dari oknum BCS karena berasal dari tribun selatan. Yang menjadi tempat dari BCS.  
“Jadi yang akan hadir nanti BCS, sehingga kami akan melakukan kordinasi dengan sebaik-baiknya,” tandas dia.
Sementara itu, Asep Handi, salah satu Presidium Slemania mengonfirmasi mengenai ketidakhadiran di Malang. Ia membenarkan mengenai imbauan kepada Slemania yang telah beredar di media sosial.
"Ya, kami tidak datang di Malang dan keputusan Presidium Slemania sudah kami sampaikan ke anggota," ujarnya.
Sementara, dalam pesan yang beredar, terkait pertandingan lanjutan Shopee Liga 1 antara Arema vs PSS pada tanggal 24 September 2019, Presidium Slemania menyampaikan dua keputusan utama.
"Dengan ini kami MEMUTUSKAN : 1. Slemania TIDAK membuka pendaftaran tour ke Malang.  2. Slemania MELARANG Anggota Slemania untuk datang dan menyaksikan pertandingan antar Arema vs PSS di Malang," tulis dari pesan tersebut.
Keputusan ini berdasarkan pertimbangan untuk menjaga hubungan dengan Aremania dan juga kondusivitas.
"Kami tidak ingin merusak jalinan persaudaraan yang selama ini terjalin baik antara Slemania dan Aremania. Kami menjaga jangan sampai menimbulkan konflik baru dengan pihak manapun," tambah dari keputusan tersebut.
"Bukan kami tidak ingin menyertai dan mendampingi langkah PSS Sleman dan bukan juga kami tidak ingin bersilahturahmi dengan Aremania. Tetapi kami menjaga agar semua berjalan dengan baik dan kondusif. Keputusan ini bersifat mengikat untuk semua Anggota Slemania," tutur Asep. (ley/jon)



Minggu, 03 Nov 2019

Berikutnya, Hadapi Madura United

Loading...