Siswi Madrasah Taklukkan Soal Matematika di Hongkong | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 13 Nov 2019, dibaca : 618 , rosida, imam

MALANG - MIN 1 Kota Malang punya banyak siswa berprestasi. Salah satunya Salma Aulia Azizah. Di balik sifatnya yang pemalu, Salma, sapaannya, merupakan salah satu siswi yang jenius. Beberapa waktu yang lalu, ia menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia dan madrasah yang dicintainya. Medali tersebut didapatnya dari ajang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) 2019.
Salma terlihat malu saat ditemui Malang Post. Ia tidak menyangka akan dipanggil guru untuk bertemu wartawan. Saat sedang asyik bermain dengan temannya, Salma kaget karena dipanggil oleh gurunya, Zaidi, M.Pd., selaku Waka Humas MIN 1 Kota Malang.
"Nggak tahu ya, kenapa saya dipanggil," ucapnya dengan suara lirih.
Malang Post yang menemuinya di lantai 2 madrasah, bertujuan untuk menggali informasi tentang sedikit keseharian Salma di madrasah. Siswi kelas 6 ini, juga sering meraih prestasi di berbagai ajang perlombaan khususnya matematika. Kecerdasan dan kemampuannya di pelajaran yang menjadi momok bagi kebanyakan siswa ini, didukung dengan kesukaannya dalam berhitung. Sehingga di bidang matematika, Salma menjadi siswa yang patut diperhitungkan, baik di lingkungan MIN 1 sendiri maupun di perlombaan luar madrasah.
HKIMO 2019 mungkin menjadi perlombaan tingkat internasional yang terakhir untuknya selama di MIN 1. Sebab sebagai siswa kelas 6, putri dari Alfian Luqman dan Nita Nafi'ah ini, kedepannya harus konsentrasi pada ujian akhir madrasah.
"Ya mungkin terakhir, tapi nggak tahu lagi kalau ada kesempatan yang lain," katanya.
Kompetisi HKIMO sendiri merupakan perlombaan yang cukup berkesan baginya. Soal-soal olimpiade ini menekankan pada uji nalar dan perhitungan yang rumit. Ditambah dengan pemakaian bahasa Inggris, membuat para peserta harus putar lebih keras.
"Kuncinya harus tenang, konsentrasi dan yakin bisa," ungkapnya.
Sebelum ke tingkat internasional, para peserta lebih dulu mengikuti seleksi tingkat nasional. Seleksi pertama tersebut dilaksanakan pada Bulan Juni 2019 lalu. Dari Indonesia ada sekitar 175 peserta terdiri dari siswa-siswi SD/MI hingga SMA/MA.
Salma mengungkapkan, kesungguhan dan keyakinan menjadi modal utama untuk menembus kompetisi tingkat dunia. Kesuksesan dalam sebuah kompetisi besar setingkat HKIMO tidaklah bergantung pada keberuntungan semata. Bimbingan guru dan orang tua, menyertai para juara yang sukses menuai prestasi dalam kejuaraan tersebut.
Untuk berlomba di tingkat internasional, perlu persiapan yang matang. Termasuk untuk Salma, bimbingan dari guru terus dilakukan secara intensif dengan latihan banyak soal.
“Saya mengucapkan terimakasih, berkat bimbingan guru dan dukungan orang tua saya bisa membawa medali,” kata dia.   
Waka Humas MIN 1 Kota Malang, Zaidi, M.Pd., mengatakan, guru tidak henti-hentinya memotivasi dan memberikan bimbingan yang terbaik untuk siswa. Terutama bagi siswa MIN 1 Kota Malang yang hendak mengikuti perlombaan. “Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diperoleh siswa MIN 1 Kota Malang. Semoga terus bersemangat untuk meraih prestasi-prestasi yang lain,” ucapnya. (imm/oci)



Kamis, 05 Des 2019

Ilmu Lebih Penting Dari Gaji

Loading...