Siswa-siswi SD Integral Al-Fattah Rutin Mengaji dan Menghafal Quran - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 16 Okt 2019, dibaca : 153 , mp, asa

BATU - Penanaman nilai nilai islam selalu diterapkan oleh SD Integral Al-Fattah kepada siswa didiknya dalam setiap kegiatan belajar. Sekolah yang berada di Jalan Cemara Intan Sidomulyo Kota Batu ini bahkan telah memiliki beberapa program khusus untuk menunjang pembelajaran, yakni program hafidz quran dan program pengingat sholat.
SD Integral Al-Fattah memberikan porsi untuk menghafal quran dengan dua kategori yakni kategori khusus dan reguler. Di kategori khusus ini diisi oleh siswa siswi yang telah dipilih untuk menghafal 5 juz, sedangkan untuk reguler ditentukan menghafal quran sebanyak 3 juz.
"Program hafidz Quran ini memang sejak kelas 1 kita pilih siswa yang mampu menghafal 5 juz, kemudian untuk yang regular programnya menghafal 3 juz," kata Wawan Wahidin, selaku Kepala SD Integral Al-Fattah kepada Malang Post.
Wahid, sapaannya, menjelaskan, dengan program hafalan quran sejak dini tersebut, anak anak bisa mudah untuk menyerap ilmu di sekolah secara maksimal  dengan teknik  mengingat seperti saat hafalan quran.
"terbukti di kelas mereka lebih cepat dalam menangkap pelajaran. anak anak yang hafal quran itu memang luar biasa ketika menyerap ilmunya. Sehingga bisa menerima ilmu akademis maupun ilmu agamanya. Bisa kita lihat juga kalau di tingkat perguruan tinggi juga banyak yang memberikan beasiswa bagi penghafal quran ," jelasnya.
Selain program hafidz quran, SD Integral Al-Fattah juga memiliki program khusus untuk mengontrol kegiatan harian siswa saat dirumah, yakni program pengingat sholat dan buku kontrol. Tiap hari pihak sekolah akan mengingatkan siswa siswinya melalui orang tua untuk sholat di tiap waktu sholat. Tak hanya untuk siswa, pengingat sholat ini juga ditujukan untuk para guru SD Integral Al-Fattah.
"Alhamdulillah respon orang tua baik. Mereka terkesan karena pihak sekolah ikut peduli dalam hal ibadah walaupun diluar sekolah. Program ini ternyata juga jadi daya tarik bagi masyarakat yang menyaksikan ketika dulu ada anak yang istilah jawa-nya mbethik begitu sekolah disini ternyata jadi rajin sholat," ungkap Wahid.
Program pengingat sholat tersebut ternyata juga mendapat respon dan apresiasi yang bagus dari orang tua siswa.
"Ada cerita menarik saat kita di perjalanan menuju Olimpiade di Surabaya, di dalam bis bersama siswa kelas 2 dan telah tiba waktu sholat. Seketika itu anak anak langsung bingung dan ramai untuk meminta segera sholat. Saya pun langsung menjelaskan sholat bisa dilakukan saat tiba di Surabaya dengan jamak takhir. Saya memaklumi karena mereka belum menerima pelajaran tentang jamak takhir, tapi artinya dengan kejadian seperti itu menandakan anak anak telah memiliki kesadaran tentang kewajibannya untuk sholat," cerita Wahid.
Wahid berharap dengan berbagai program yang dilakukan oleh pihak sekolah, mampu memberi dampak positif baik bagi siswa, orang tua maupun masyarakat.
“Menjadi pemimpin bagi dirinya, bagi keluarganya. Semoga di jenjang selanjutnya bisa mempertahankan dan meningkatkan dari apa yang telah diterima. Terkhusus bagi orang tua juga turut menjaga pendidikan karakter anaknya. Sehingga menjadi kebanggaan orang tua dan berkarya sesuai bidangnya untuk kebaikan dirinya sendiri, bangsa dan negara, serta agamanya,” tutupnya (mp3/sir)



Loading...