MalangPost - Siswa Hadirkan Ojek Online untuk Pedagang Sayur

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

Siswa Hadirkan Ojek Online untuk Pedagang Sayur

Kamis, 05 Des 2019, Dibaca : 1200 Kali

Siswa SMK Telkom saat mempresentasikan hasil karya prouduk inovasi mereka berupa program aplikasi di bidang start up digital business 

MALANG - Bermacam produk aplikasi berhasil diciptakan oleh siswa-siswi kelas 12 SMK Telkom. Produk tersebut dipresentasikan di hadapan guru dalam ujian Produk Kreatif Kewirausahaan (PKK). 
Dalam ujian ini siswa wajib membuat satu karya berupa produk yang bisa dipasarkan. Mereka dibagi menjadi tim-tim. Setiap timnya terdiri dari tiga siswa. Dengan tugas masing-masing.  Yaitu sebagai CEO, hacker dan designer, sebagaimana fungsi dan tugas pelaku start up digital. 
Staf Hubungan dan Komunikasi Industri SMK Telkom Adu Nurrachman, ST., mengatakan dari hasil produk aplikasi yang dibuat siswa nantinya akan dijual ke pihak-pihak yang bergelut di bidang startup business digital. Dari ujian PKK kali ini sudah ada beberapa produk aplikasi siswa yang dilirik oleh industri. 
Salah satunya oleh Profile Image salah satu industri yang bergerak di bidang startup. 
"Bagus sekali, kami menilai anak-anak semakin kreatif menciptakan aplikasi startup yang layak dijual," ucap Adi. 
Ujian PKK SMK Telkom dilaksanakan selama dua hari sejak Selasa (3/12) lalu. Ide kreatif siswa yang dirupakan sebuah produk aplikasi ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan termasuk yang bergerak di bidang startup. 
Salah satu produk aplikasi yang berhasil dibuat siswa adalah aplikasi jual beli sayuran berbasis online. Seperti pada layanan go food, sistem aplikasi ini berguna bagi pedagang sayuran keliling. 
Dengan menggunakan aplikasi tersebut penjual sayur tidak lagi berkeliling menjajakan sayurannya. Mereka tinggal mengantar kepada pembeli yang sudah memesan lewat online sebelumnya. 
Ujian PKK dikhususnya untuk siswa kelas 12 sebagai tigas akhir. Mereka dituntu untuk membuat ide kreatif yang nantinya bias dimplementasikan dan bisa dijual.  
Contoh lain produk aplikasi yang berhasil dibuat siswa SMK Telkom yakni program aplikasi yang diberi nama rent all. Yaitu sebuah aplikasi yang menyediakan persewaan segala jenis barang. Misanya kendaraan, play stasion, alat elektronik dan sebagainya. “Produk aplikasi ini juga sangat bagus, karena dapat membantu masyarakat agar tidak selalu membeli barang yang dbutuhkan, tetapi cukup menyewa sesuai dengan kebutuhan,” kata Adi. 
Ia mengatakan bahwa program aplikasi penyewaan barang di masyarat memang sudah banyak. Tapi, hanya untuk jenis barang tertentu saja. Sedangkan produk hasil kreasi siswa SMK Telkom mewadahi banyak macam barang. 
“Aplikasi ini juga membantu mayarakat yang memilik barang nganggur untuk bisa disewakan sehingga bermanfaat. Jadi perekonomian masyarakat bisa berputar lebih cepat,” imbuhnya. 
Dalam membuat sebuah program aplikasi siswa dibebaskan untuk berkarya di semua bidang keahlian. Misalnya di bidang IoT, jaringan dan lain-lain. Sementara pada ujian PKK ada nilai standart minimum. 
Siswa yang nilainya di bawah standar wajib mengulang dan merevisi. Selama karya mereka belum direvisi maka raport tidak akan diberikan. Dengan demikian siswa akan semakin bersungguh-sungguh membuat karya mereka. “Program PKK ini sangat bermanfaat untuk melatih siswa berkreatifitas. Dimulai mendapatkan ide dan melakukan riset. Mereka membandingkan dengan kompetitor dan membuat business plan. Sampai akhirnya ide mrekea diimplmentasikan dan bisa dijual,” terang Adi.  (imm/oci)

Editor : rosi
Penulis : imam