Siswa dan Guru Dilatih Siaga Bencana | Malang Post

Rabu, 11 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 05 Sep 2019, dibaca : 487 , rosida, asa

Siswa-siswi SMAN 7 Malang berhamburan keluar kelas dalam simulasi tanggap bencana gempa bersama BPBD.


MALANG - Sebagai sekolah yang ditunjuk oleh Pusat Kurikulum (Puskur) sebagai sekolah rintisan vokasi dan penanggulangan bencana, SMAN 7 Malang menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang untuk menggelar simulasi bencana, Rabu (4/9). Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dalam menciptakan lingkungan pendidikan aman bencana.
"Kita pilih cara menanggulangi bencana gempa dan kebakaran. Kalau seandainya terjadi bencana, semuanya baik itu guru dan siswa sudah paham, sudah diedukasi tentang penanggulangan bencana," ungkap Kepala Sekolah SMAN 7 Malang, Herlina Wahyuni, M.Pd.
Sejauh ini, SMAN 7 Malang menjadi satu-satunya sekolah tingkat menengah atas di Kota Malang yang ditunjuk oleh Puskur sebagai sekolah vokasi dan penanggulangan bencana. Oleh karenanya sejumlah kurikulum mata pelajaran juga telah disisipkan dengan materi tanggap bencana. Selain itu, kurikulum tanggap bencana juga masuk pada sejumlah ekstrakurikuler seperti PMR dan Pramuka.
"Pada beberapa mata pelajaran kita kuatkan terkait materi tanggap bencana. Kebetulan ini kali pertama kita lakukan simulasi bencana, tentu jika ini berdampak baik maka akan kita tularkan juga kepada sekolah lain. Karena sekolah kami ditunjuk sebagai sekolah perintis," lanjutnya.
Lebih lanjut, sejumlah siswa SMAN 7 yang tergabung dalam ekstrakurikuler teater kali ini juga terlibat pada simulasi bersama dengan BPBD dan Damkar. Mereka berperan untuk membuat simulasi bencana menjadi lebih nyata. Kemudian pihak sekolah akan mendokumentasikannya dalam sebuah video dan mengirimkannya ke Puskur.
"Videonya nanti akan kita kirim ke Puskur, nanti siswa-siswi diminta melakukan simulasi dengan serius, karena selain mereka bisa mendapat pengetahuan tanggap bencana dengan baik, nanti juga akan kita dokumentasikan dan dikirim ke pusat," imbuhnya.
Sekretaris BPBD Kota Malang, Tri Oky Rudianto menyebut bahwa kali ini pihaknya diundang oleh SMAN 7 untuk melakukan simulasi bencana gempa dan kebakaran. Hal tersebut juga sesuai dengan visi misi BPDB yang juga menggandeng sejumlah pihak dalam menanggulangi bencana. Lingkungan pendidikan juga menjadi target mereka dalam memberikan pengetahuan tanggap bencana.
"Ini jadi upaya kita bagaimana menciptakan kenyamanan dari diri siswa dan juga orang tua untuk mengurangi risiko bencana. Karena para siswa umumnya menghabiskan mayoritas waktu mereka di sekolah," terangnya.
Tak hanya melakukan simulasi bencana, pihak BPDB juga akan membantu sekolah dan siswa untuk mengevaluasi jalur evaluasi dan titik kumpul darurat bencana. BPBD menyebut juga akan merekrut sejumlah siswa untuk menjadi relawan tanggap bencana dilingkungan pendidikan.
Sementara itu, salah satu siswi kelas X yang dilibatkan langsung dalam simulasi bencana kali ini adalah Faradila. Ia mengaku baru pertama kali ini mengikuti simulasi bencana. "Baru pertama kali ini ikut. Kebetulan saya dari teater, juga ikut berperan dalam simulasi. Kegiatan semacam ini baik sekali untuk kita agar sigap jika terjadi bencana, bisa menambah pengetahuan juga," ujarnya. (asa/oci)



Loading...