MalangPost | Sisi Lain Mohamed Salah, Pemain Kebanggaan Liverpool

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Sisi Lain Mohamed Salah, Pemain Kebanggaan Liverpool

Senin, 30 Mar 2020, Dibaca : 2595 Kali

Mohamed Salah menjadi salah satu pemain terbaik di Liverpool dalam tiga musim terakhir. Di balik performa apik pemain asal Mesir, ada banyak fakta unik mulai dari Makkah, Muhammad Ali, dan asmara pemain 27 tahun tersebut.

Mohamed Salah dibeli Liverpool pada musim 2017/2018 lalu. Liverpool membeli Mohamed Salah dari AS Roma dengan harga 42 juta euro plus sejumlah bonus.

Pada musim pertamanya, Mohamed Salah langsung membuat fans Liverpool terpikat. Dia mampu mencetak 32 gol di Premier League dan menjadi top skor. Dia juga membawa The Reds melangkah ke final Liga Champions.

Pada musim 2018/2019, jumlah gol Mohamed Salah menurun. Dia hanya mampu mencetak 22 gol di Premier League. Akan tetapi, dia mampu memberi gelar juara Liga Champions dan turut mencetak gol pada laga final.

Peran Mohamed Salah kian vital pada musim 2019/2020. Dia membawa The Reds di ambang gelar juara Premier League. Lantas, apa saja fakta menarik yang tidak banyak diketahui publik tentang Mohamed Salah.

Sebelum bermain di Inggris, Mohamed Salah pernah menjalani karir di Swiss dan Italia. Namun, dia tetap tidak pernah lupa dengan makanan dari kampung halamannya di Mesir. Makanan favorit Mohamad Salah adalah Kushari

Kushari adalah hidangan tradisional Mesir yang terdiri dari nasi, lentil, dan pasta yang dicampur dengan cuka bawang putih dan saus tomat berbumbu. Di atasnya ditambah dengan bawang goreng renyah dan buncis.

“Ketika saya kembali ke Mesir, saya menelepon teman saya dari bandara untuk membeli Kushari untuk kita makan di dalam mobil. Saya menarik hoodie saya di atas kepala saya, melompat ke dalam mobil dan kemudian saya langsung memakannya," kata Mohamad Salah

Mohamed Salah juga diketahui senang menyaksikan film. Aktor favorit pemain yang pernah membela AS Roma tersebut adalah Leonardo Dicaprio. Selain itu, dia juga penggemar aktor top asal Mesir yakni Khaled El Nabawy.

Di bidang olahraga, Mohamed Salah juga punya idola. Pemain berusia 27 tahun tersebut mengidolakan petinju legendaris Muhammad Ali Clay.

Sama seperti Muhammad Ali, sosok Mohamed Salah kini dikenal sebagai representasi olahragawan muslim yang sukses. Mereka berdua menjadi contoh yang baik untuk hal kerja keras, sukses, dan tetap memegang erat ajaran agama.

Sebagai pemain sepak bola top, Mohamed Salah punya banyak penggemar dan pergaulan di level atas. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat hati Mohamed Salah membuka tempat bagi orang lain. Mohamad Salah setia pada kekasihnya Magi.

Menariknya, ketika melangsungkan pernikahan dengan Magi, Mohamed Salah mengundang seluruh warga di desanya untuk hadir. Mohamed Salah juga turut mengundang para penyanyi dari Mesir untuk memberi hiburan.

Pernikahan ini menunjukkan betapa hatinya terbuka untuk menyambut orang terdekatnya dan membuka pintu bagi para penggemarnya untuk hadir alih-alih menggelar penikahan yang eksklusif.

Mohamed Salah adalah seorang muslim yang taat. Hal tersebut nampak pada setiap selebrasinya ketika mencetak gol. Mohamed Salah melakukan sujud syukur sebagai bentuk terima kasih kepada Tuhan.

Selain itu, Mohamed Salah juga memberi nama anaknya Makkah Mohamed. Nama Makkah diambil dari nama kota suci bagi umat muslim yakni Makkah. Awalnya, Salah memilih nama Mecca, tetapi diganti Makkah karena nama Mecca sama dengan rumah judi Mecca Bingo.

Di balik karir gemilang dan banyaknya penghargaan yang diraih, ada satu momen kontroversi yang pernah dilakukan Salah. Pada tahun 2012, Mohamed Salah dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Swiss. Saat itu, dia bermain di FC Basel.

Pada acara penghargaan, pembawa acara mencium Salah untuk memberinya selamat. Sang penyerang dikecam keras di situs jejaring sosial oleh para penggemarnya di Mesir.

"Mereka telah merusak kesenangan saya. Mereka lupa hadiahnya dan berkonsentrasi pada wanita yang menciumku," kata Salah kepada wartawan ketika itu.

Pada 2018 lalu, Mohamed Salah dan para warga Mesir ambil bagian pada pemilu. Mohamed Salah tidak masuk dalam kandidat presiden Mesir, tetapi ada warga Mesir yang memasukkan nama Mohamed Salah dalam pemilu presiden Mesir.

Dua warga Mesir, Sisi dan Moussa, menulis nama Mohamed Salah pada kertas suara. Namun, suara tersebut kemudian dianggap tidak sah karena Mohamed Salah tidak masuk dalam kandidat presiden.

Pada Desember 2017, keluarga Mohamed Salah dirampok ketika dia pergi bermain sepak bola. Polisi Mesir menangkap pencuri itu beberapa hari kemudian.

Ayah Mohamed Salah ingin mengajukan tuntutan tetapi Salah meyakinkan ayahnya untuk tidak menuntut. Sebagai gantinya, Salah memberikan uang kepada si pencuri dan mencoba membantunya mencari pekerjaan untuk mengubah hidupnya.

Karir sepak bola membuat Mohamed Salah mendapat bayaran yang besar. Akan tetapi, dia kemudian tidak menjadi gila harta. Mohamed Salah justru menjadi sosok yang dermawan dan sering melakukan aksi sosial.

Mohamed Salah Salah menyumbangkan banyak uangnya untuk proyek-proyek di desa asalnya, Nagrig. Mohamed Salah membantu pembangunan sekolah, rumah sakit dan alat-alat medis.

Mohamed Salah baru-baru ini menyumbang 681.500 pounds ke Rumah Sakit Kanker Anak-anak di Kairo sehingga mereka dapat membeli mesin transplantasi tulang sumsum.(bln/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Bola