Sirkuit Roller Kanjuruhan Bakal Jadi Sirkuit Indoor | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 09 Nov 2019, dibaca : 195 , parijon, agung

MALANG - Pemkab Malang siap mewujudkan Sirkuit Roller Sport Kanjuruhan, sebagai venue sepatu roda nasional. Termasuk menjadi venue resmi Cabor sepatu roda saat PON 2020 nanti. Demikian disampaikan Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, saat membuka Kejurnas Sepatu Roda Bupati Malang Cup VIII dan Piala Tetap Forkopimda 2019 Indonesia Roller Sport - Series V, Sabtu (9/11).
Karenanya, supaya impian tersebut menjadi kenyataan, Pemkab Malang bakal meningkatkan fasilitas Sirkuit Roller Kanjuruhan, sesuai dengan kebutuhan PON 2020. Termasuk juga akan mengajukan bantuan ke Kemenpora, untuk pengembangan Sirkuit Roller Kanjuruhan menjadi sirkuit indoor lengkap dengan tribun melingkar bagi penonton.
‘’Porserosi harus berupaya dan bersaing dengan daerah lain, supaya PB Perserosi Pusat memutuskan Sirkuit Roller Kanjuruhan sebagai venue PON tahun 2020 nanti. Saran dari pusat, akan kami tampung untuk memenuhi persyaratannya," ungkap Sanusi.
Terkait dengan penyelenggaraan Kejurnas Sepatu Roda Bupati Malang Cup VIII dan Piala Tetap Forkopimda 2019 Indonesia Roller Sport - Series V, Sanusi sangat mengapresiasi Perserosi Kabupaten Malang. Karena melalui Kejurnas tersebut, akan muncul bibit atlet berprestasi yang profesional. Khususnya atlet sepatu roda asal Kabupaten Malang.
"Dengan adanya Kejurnas ini, kami harapkan dapat menjadi daya tarik bagi para atlet lainnya, sehingga semakin menasional dan mendunia. Serta, mampu menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan bangsa Indonesia," jelasnya.
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, mewakili Forkopimda mengatakan mendukung Sirkuit Roller Kanjuruhan sebagai venue PON tahun 2020 nanti. Bahkan dari sisi keamanan, Polres Malang siap untuk mendukung keamanannya.
"Secara prinsip kami mendukung dari sisi keamanan. Bupati Malang dan Ketua DPRD, juga sudah menyampaikan akan memperbaiki venue. Karena faktor fasilitas berpengaruh untuk mendukung prestasi atlet," ujar Ujung.
Dikatakan akannya, bahwa Piala Tetap Forkopimda 2019 Indonesia Roller Sport ini adalah yang kedua. Bekerjasama dengan Perserosi Kabupaten Malang, Forkopimda berharap akan muncul atlet berprestasi dari Kabupaten Malang.
"Sebab semakin banyak kompetisi, akan semakin mengasah kemampuan para atlet. Sehingga mereka nantinya menjadi atlet profesional yang bisa berbicara di tinhjat nasional," tuturnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Wahyu Hidayat, mengatakan siap untuk merenovasi Sirkuit Roller Kanjuruhan. Bahkan segera mungkin pembangunannya akan dianggarkan pada tahun 2020 nanti.
"Sesuai arahan dari Bupati Malang dan Ketua DPRD, nantinya akan segera kami tingkatkan menjadi venue skala nasional. Apalagi, venue yang ada ini juga sudah beberapa kali digunakan untuk kejuaraan skala nasional," terang Wahyu.
Hanya saja, untuk tahap pertama tahun 2020 nanti, baru dilakukan pembangunan semi indor. "Kemudian nanti pada tahun 2021, dianggarkan lagi untuk pembangunan tahap berikutnya menjadikan venue indor, sesuai permintaan Perserosi Pusat," urainya.
Ketua Perserosi Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo, mengatakan total ada 500 atlet yang terdaftar dalam Kejurnas 2019 ini. Mereka berasal dari 47 kota dan kabupaten, serta 9 provinsi di Indonesia. Termasuk atlet dari DKI Jakarta dan Papua.
"Kejurnas sepatu roda ini, memperebutkan piala Bupati Malang serta piala tetap Forkopimda Kabupaten Malang. Total hadiah yang kami siapkan sebesar Rp 75 juta," ucapnya.
Bogank sapaan akrabnya, menyampaikan dalam Kejurnas ini, ada tiga klasifikasi kelompok umur. Yakni klasifikasi kelompok umur (KU) Funskate, Standart serta Speed. Sementara kelas yang diperlombakan adalah, pemula, standard, speed serta master.
Kejurnas ini, merupakan agenda tahunan Perserosi dan KONI Kabupaten Malang dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Malang. Kejuaraan ini, merupakan wujud dari pola pembinaan prestasi olahraga sepatu roda di Indonesia, yang bersifat berjenjang, bertingkat dan berkelanjutan. Dengan sistem kompetesi seperti ini, maka atlet-atlet sepatu roda terbaik di Indonesia akan di dapat.
"Tujuannya untuk menjaring atlet-atlet sepatu roda sejak usia dini yang memiliki potensi dan berprestasi," pungkasnya.(agp/jon)



Loading...