Malang Post - Sidak Puskemas, Komisi C Temukan Bangunan Rusak

Rabu, 01 April 2020

  Mengikuti :


Sidak Puskemas, Komisi C Temukan Bangunan Rusak

Sabtu, 22 Feb 2020

BATU - Komisi C DPRD Kota Batu melakukan sidak di Puskesmas Batu, Jumat (21/2) . Hasilnya, mereka banyak menemukan kerusakan gedung dan alat kesehatan (alkes) karena termakan usia.
Komisi C meminta pihak Puskesmas Batu segera mendata kerusakan bangunan dan alkes agar dilakukan perbaikan. Kemudian Komisi C ikut menganggarkan perbaikan gedung dan alat kesehatan dalam PAK 2020 atau APBD 2021.


Anggota Komisi C, Didik Machmud menjelaskan, banyak PR harus dilakukan setelah mereka sidak ke Puskesmas Batu di Jalan Samadi. Mereka menemukan fasilitas umum, toilet rusak pintunya, atap jebol, alkes harus segera dimusnahkan, hingga gudang obat sudah tidak layak lagi.
"Kami meminta Puskesmas Batu segera mendata kerusakan. Tujuannya, agar fasilitas pelayanan ke masyarakat bisa maksimal. Kerusakan itu kami anggarkan di PAK APBD 2020 atau APBD 2021 nanti,"  ujar Didik usai sidak kepada Malang Post.


Ia menekankan, khusus gudang obat sangat perlu dilakukan perbaikan. Karena gedung sudah tidak layak lagi. "Khusus gudang obat, atap banyak bocor. Itu juga berimbas kepada penyimpanan obat dan kualitasnya. Ini juga jadi prioritas di PAK untuk perbaikannya," imbuhnya.

 

Selain itu, lanjut dia, ada banyak obat yang sudah kadaluarsa atau expired menumpuk di gudang. Obat harus segera dimusnahkan. Karena terkendala alat pemusnahan, proses pemusnahan dilakukan setiap satu tahun.
"Pemusnahan juga butuh anggaran tinggi. Karena harus dikirim ke tempat pemusnahan limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) di Mojokerto. Kalau lat pemusnahan obat ini mendesak, kami juga akan merekomendasikan Dinkes Kota Batu untuk mengkaji pengadaan alat pemusnah B3," bebernya.


Sujono Djonet, anggota Komisi C menambahkan, banyaknya fasilitas sudah tidak layak. Bangunan dan alkes seharusnya segera dilakukan revitalisasi Puskesmas Batu.
"Harus segera dilakukan revitalisasi. Mengingat Puskesmas Batu terakhir diperbaiki pada tahun 2012. Puskesmas menjadi rujukan pertama masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Jangan sampai kondisinya menggangu kenyamanan pasien yang dirawat," imbuhnya.


Sementara itu, dr. Ichang Sarazein Kabid Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinkes Kota Batu membenarkan, pemusnahan limbah B3 mengahabiskan anggaran cukup tinggi pertahun. "Pemusnahan obat expired diperlukan Rp 27.500 per kilogram. Dalam satu tahun ini, obat kadaluarsa mencapai 1 ton atau 1000 kilogram di Kota Batu," paparnya.
Ia menambahkan, pengadaan alat pemusnah obat juga harus dikaji terlebih dahulu. Selain biaya yang mahal, dampak lingkungan juga harus diperhatikan. (eri/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya





Loading...