Sia-Siakan Peluang | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 01 Sep 2019, dibaca : 1271 , parijhon, stenly

MALANG – Sepak bola itu kejam. Mendominasi permainan selama 90 menit, namun gagal memaksimalkan peluang menjadi gol, Arema FC akhirnya harus merelakan target tiga poin di kandang sendiri kandas. Hamka Hamzah dkk ditahan imbang 1-1 oleh PSIS Semarang, dalam laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Sabtu (31/8). Hasil tersebut, membuat Arema gagal menggapai tiga besar di akhir putaran pertama Liga 1, dan bahkan berpeluang tergusur dari peringkat empat oleh Borneo FC.
Arema sempat unggul lebih dulu di menit 16 melalui sundulan Hamka Hamzah. Setelah gol tersebut, Arema tak bisa menambah gol, sekalipun di pertengahan babak kedua Laskar Mahesa Jenar hanya bermain dengan 10 pemain setelah Ryan Ardiansyah terkena kartu merah.
Pemain seperti Sylvano Comvalius, Hamka Hamzah hingga Ahmad Nur Hardianto, menyia-nyiakan peluang gol di depan mata. Alhasil, gol Claudir Marini yang menyamakan skor, tak bisa lagi mengubah kedudukan dari 1-1.
“Kami sudah bekerja keras. Ada beberapa peluang, tetapi kami tidak bisa memanfaatkannya,” ungkap Pelatih Arema, Milomir Seslija.
Menurut dia, timnya sudah mendominasi permainan. Akan tetapi, tembok tebal yang dibangun Wallace Costa dkk benar-benar tidak bisa ditembus oleh Arema.
“Mereka bermain dengan 10 pemain di belakang sejak awal. Mereka bermain bertahan meski kami mendominasi permainan,” papar dia.
Selain itu, dia menganggap PSIS tampil luar biasa. Permainan anak asuh Bambang Nurdiansyah ini dia umpamakan seperti laga terakhir dalam hidup para pemain PSIS.
“Mereka bermain bagus seperti ini akhir hidup mereka. Mereka tidak pernah main seperti ini sebelumnya. Ini yang membuat kami sulit,” tambahnya.
Sejatinya, dia kecewa juga dengan wasit. Ia menganggap wasit tidak memimpin dengan bagus. Namun dirinya tak mau lebih lanjut mengkritisi wasit. Milo menganggap semua bisa melihat bagaimana kepemimpinan Oky Dwi Putra dalam laga di kanjuruhan.
“Sepak bola memang kejam. Kami mendominasi permainan, tetapi lawan hanya memiliki satu peluang bagus dan menjadi gol. Kini, kami harus menatap laga selanjutnya. Tidak boleh berpaku pada hasil kurang maksimal ini,” tegas dia. (ley/jon)



Kamis, 12 Des 2019

Datangkan Hamka, Tetap Keropos

Kamis, 12 Des 2019

Gak Niat Menang!

Minggu, 01 Des 2019

Kemenangan Makin Jauh

Loading...