MalangPost | Siapkan Anggaran Rp 55 Miliar

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Siapkan Anggaran Rp 55 Miliar

Rabu, 01 Apr 2020, Dibaca : 543 Kali

MALANG - Pemkot Malang menambah anggaran besar-besaran untuk memerangi Covid-19. Terbaru, jumlah anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 37,31 miliar dan ditambah lagi hingga Rp 55 miliar. Jumlah alokasi anggaran itu jauh lebih besar dari Kabupaten Malang dan Kota Batu dalam menangani virus Corona.


Pemkab Malang sediakan anggaran Rp 15 miliar dan Pemkot Batu alokasikan anggaran Rp 7 miliar untuk penanganan virus asal Wuhan, China itu.  Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihaknya telah rumuskan beberapa langkah antisipasi dan intervensi akan dampak-dampak yang mungkin terjadi. Ia juga sudah menginstruksikan Sekda Kota Malang Wasto untuk memangkas dan mengalihkan beberapa anggaran kegiatan.
“Terutama pemangkasan untuk perjalanan dinas agar dipergunakan dalam penanganan Covid-19, khususnya untuk melindungi warga yang terdampak secara langsung,” kata Sutiaji.


Untuk itu lanjut Sutiaji, semua telah terproyeksi dalam total anggaran sekitar Rp 55 miliar. Di dalamnya sudah termasuk alokasi Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 2,15 miliar.
Dana Bantuan Sosial sebesar Rp 10,26 miliar digunakan untuk memberi bantuan non tunai bagi warga-warga terdampak. Mereka yang tergolong warga miskin, pekerja harian, penyandang disabilitas seperti tuna netra hingga PKL dan Ojek Online akan disuntuk bantuan sosial.
“Insya Allah hari ini (kemarin,red) sudah bisa dicairkan. Kami mulai inventarisir mereka yang akan dapat bantuan. Pasti didata dulu. Selanjutnya akan diberikan sistemnya seperti ditransfer sesuai data. Jumlahnya Rp 200 ribu per bulannya,” tegas Sutiaji.


Sekda Kota Malang Drs Wasto menambahkan, anggaran penanganan Covid-19 sudah termasuk dana bantuan sosial. Ini diperuntukkan bagi warga kota yang terdampak, seperti PKL, penyandang disabilitas utamanya tuna netra yang selama ini berprofesi jasa refleksi (pijat), maupun warga rentan sosial dan miskin.
Selain hal itu, penambahan anggaran juga untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19  yang berkonsekuensi terhadap kapasitas rumah sakit rujukan.
"RSUD akan kita siapkan untuk jadi rumah sakit rujukan, selain empat yang sudah ditetapkan yakni RSSA, RST, RS Lavallete dan RS Panti Waluyo. Untuk rencana itu dialokasikan sekitar Rp 15 miliar,” jelas Wasto.


Ditambahkan, postur anggaran penanganan Covid-19 rinciannya adalah Rp 2,15 miliar dari dana Belanja Tidak Terduga.  Kedua diambil dari anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) sebesar Rp 9, 9 miliar dipergunakan antara lain untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), pengadaan alat kesehatan dan penunjang laboratorium kesehatan, pengadaan unit SiCo (Sikat Corona) dan bahan disinfektan.
Selain itu tambahan Rp 10,26 miliar untuk dana bantuan sosial bersumber dari penggeseran anggaran di APBD 2020 untuk bantuan sosial warga. Jika ditotal keselurahan, termasuk Rp 15 miliar untuk mempersiapkan RSUD Kota Malang menjadi rujukan penanganan Covid-19 maka total Rp 55 miliar.
"Kita tidak tahu sampai kapan badai ini berlalu semoga saja cepat usai. Karenanya, kemungkinan-kemungkinan terjadi penambahan anggaran penanganan tetap kami antisipasi,” tegas Wasto. (ica/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Francisca Angelina