Siap Berinovasi untuk SDN Bunulrejo 02 | Malang Post

Rabu, 11 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 05 Sep 2019, dibaca : 486 , rosi, imam

Kepala SDN Bunulrejo 02 Malang Elly Nurul Ilmi, S.Pd usai pengukuhan oleh Wali Kota Malang Sutiaji. 


MALANG – Lingkungan baru  merupakan salah satu tantangan bagi seseorang untuk beradaptasi dan memberikan program baru. Salah satunya yakni Elly Nurul Ilmi, S.Pd yang baru dikukuhkan sebagai kepala SDN Bunulrejo 02 oleh Wali Kota Malang Sutiaji, (2/9) lalu. 
Elly Nurul Ilmi sebelumnya menjabat sebagai kepala di SDN Jatimulyo 5. Atas amanah perpindahannya tersebut tentu menjadi tantangan sendiri. Tantangan tersebut ialah terus untuk meningkatkan kualitas SDN Bunulrejo 02 menjadi lebih baik dari sebelumnya. 
Perempuan yang akrap disapa Nurul ini mengatakan, bahwa ini merupakan sebuah amanah untuk meningkatkan lingkungan sekolah yang sehat dan bermutu. Sebab hal ini sudah menjadi tugas tanggung-jawab bersama untuk terus meningkatkan kualitas tersebut.
"Kalau meningkatkan itu tidak ada hentinya, harus terus-menerus. Pekerjaan kita tiap hari itu ialah meningkatkan mutu pendidikan,”  kata Nurul, sapaannya. 
Menurutnya, tugas yang diemban sebagai kepala sekolah saat ini makin berat. Untuk itu, perlunya terobosan dengan menciptakan inovasi demi kemajuan pendidikan. Guru serta komite sekolah harus bersatu, bahu membahu untuk menyelesaikan permasalah pendidikan. 
Sementara itu, beberapa program baru telah dilayangkan oleh Nurul, yakni Program wajib baca tulis Alquran, dan menghidupkan kembali marching band. Menurutnya, Marching band Bunulrejo Bunulrejo 02 dulunya cukup aktif berkiprah, namun sekarang telah vakum selama dua tahun. 
“Sebagai kepala sekolah yang baru tentunya saya akan membangkitkan semangat kepada semua lapisan guru maupun wali murid serta anak-anak didik untuk menghidupkan kembali marching band supaya berkiprah kembali,” katanya. 
Ia juga menambahkan, tugas sebagai leader yakni harus mampu menyerap, mengayomi setiap aspirasi, dan masukan yang disampaikan bawahan ataupun yang muncul ditengah masyarakat dengan setiap kebijakan yang diambil.
“Saya akan meningkatkan konsolidasi intern unit kerja dengan membentuk sebuah team work yang tangguh bersama bawahan maupun orang tua murid, supaya terciptanya pencapaian yang diinginkan,” ujarnya. 
Strategi yang Nurul buat dengan kondisi awal di tempat tugas baru, menurutnya yaitu menganalisa, kemudian segera menentukan langkah selanjutnya. Untuk meningkatkan sebuah keberhasilan yang sudah dicapai dan membenahi kekurangannya. Buat program jangka pendek, menengah dan panjang untuk sekolah. 
“Akumulasi dari pemahaman tugas, fungsi dan tanggung jawab serta kedisiplinan tersebut yang akan membentuk seorang kepala sekolah menjadi aparatur sekaligus pendidik yang berkualitas. Apabila kondisi ini telah terbentuk dan terpatri dalam sanubari maka di manapun ditempatkan, tetap akan dapat berperan dan menyelesaikan tugas dengan baik,” pungkasnya. (mp4/sir/oci)



Rabu, 11 Des 2019

Kabur Demi Nikahan Anak

Loading...