Setahun Menunggu, Hadiah Juara Gumebyar Pembatik Baru Diserahkan | Malang Post

Rabu, 11 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 05 Okt 2019, dibaca : 582 , udi, ira

MALANG – Dinas Koperasi dan UKM menyerahkan hadiah juara Gumebyar 1258 Pembatik di Kantor Dinas Jalan Trunojoyo Kepanjen, Jumat (4/10). Sebelumnya hadiah juara ini sempat terlambat setahun, dan akhirnya para juara menerima hadiah yang menjadi hak mereka. Hanya saja, penyerahan hadiah tersebut memunculkan persoalan baru.
Koordinator Badan Pekerja Prodesa, Ahmad Khusaeri menyebut, jika memang benar hadiah tahun 2018 diberikan pada tahun 2019, ada kejanggalan. “Kok bisa, hadiah tahun 2018 diberikan pada tahun 2019. Itu hadiah diambil dari anggaran kapan? Apakah anggaran 2018 atau anggaran sekarang,” ungkap Khusaeri kepada Malang Post, Jumat malam.
Dari informasi yang dihimpun, Gumebyar 1258 Pembatik yang dihelat pada Agustus 2018, menghasilkan tiga juara. Juara 1 perajin batik Pakisaji, yang berhak menerima Rp 10 juta, Juara 2 batik tulis Wong Ngantang berhak menerima Rp 7,5 juta. Sedangkan, juara 3 berasal dari perajin batik Gondanglegi, dengan hadiah Rp 5 juta.
Namun, setelah acara berakhir pada 26 Agustus 2018, para pemenang tak kunjung menerima hadiah. Bahkan, perwakilan batik tulis Wong Ngantang, Heru Taufan, sering mendatangi kantor kecamatan Ngantang, hingga Pemkab Malang, untuk mempertanyakan soal hadiah tersebut. Meski jumlahnya tidak besar, namun Heru menyebut hal tersebut berarti bagi para perajin batik.
Barulah setelah satu tahun menunggu, hadiah diserahkan. Namun, Khusaeri menyebut anggaran untuk penyerahan hadiah tahun 2019 ini menyisakan persoalan. “Kalau dahulu tahun 2018 anggaran hadiahnya dianggarkan, harusnya diserahkan kepada pembatik dong. Tapi, nyatanya belum diserahkan, berarti anggaran itu ke mana,” jelas Khusaeri.
Dia menyoroti, ke mana aliran anggaran untuk hadiah para pembatik juara tahun 2018 tersebut. Sebab, begitu tahun anggaran berakhir, dana dari APBD tidak bisa digunakan untuk tahun anggaran berikutnya. Karena, jika hadiah diserahkan pada 2019, maka anggaran yang dipakai adalah anggaran dari APBD 2019, bukan 2018. “Kami dari masyarakat berhak tahu, dan Pemkab harus menjelaskan, kenapa sampai diberikan satu tahun kemudian. Kami juga berhak tahu, dari mana anggaran hadiah juara ini, apakah dapur APBD tahun lalu, atau APBD tahun ini,” tutup Khusaeri. (fin/udi)



Loading...