MalangPost - Sering Meluap, Saluran Air di Jalan Tumapel Diperbaiki

Kamis, 02 Juli 2020

  Mengikuti :


Sering Meluap, Saluran Air di Jalan Tumapel Diperbaiki

Sabtu, 12 Okt 2019, Dibaca : 498 Kali

MALANG –  Saluran air di Jalan Tumapel Singosari yang rusak dan sering tersumbat mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Malang. Melalui Dinas PU Bina Marga, Kabupaten Malang, saluran air di jalan ini mulai direhabilitasi.
Kepala Bidang Pemeliharaan, Dinas PU Bina Marga, Suwiknyo pembangunan saluran air ini dikerjakan sejak akhir awal September lalu. Targetnya pembangunan saluran air sepanjang satu kilometer ini dapat tuntas pada akhir bulan ini.
”Pembangunan saluran air ini merupakan usulan dari masyarakat. Saluran air ini sebelumnya kondisinya rusak dan kerap tersumbat. Alhasil, Jalan Tumapel pun kerap tergenang air, terutama saat musim penghujan. Kami berusaha agar saluran air ini cepat selesai, karena sebentar lagi masuk musim hujan. Dengan saluran air ini, diharapkan tidak ada lagi air hujan meluber ke jalan atau terjadi banjir,’’ kata  Suwiknyo kepada Malang Post.
Selain itu, pembangunan saluran air ini ditambahkan Wiknyo sebagai bentuk upaya penguatan infrastruktur pendukung di tetapkannya Kecamatan Singosari sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
 ”Apalagi Jalan Tumapel ini merupakan salah satu akses menuju KEK Singhasari, sehingga harus disiapkan mulai sekarang,’’ tambah pria berkacamata minus ini.
Disinggung dengan anggaran? Wiknyo mengaku tidak hafal. Dia hanya mengatakan, pembangunan saluran air ini dilakukan di sejumlah titik. Diantarannya di wilayah Kecamatan Pakis, Kecamatan Singosari, Kecamatan Lawang, Kecamatan Pakisaji, Kecamatan Kepanjen dan banyak lagi.
Pembangunan saluran air di Jalan Tumapel mendapatkan apresiasi dari warga setempat. Itu karena warga kerap mengeluhkan di jalan tersebut kerap terjadi genangan air. Terutama saat musim penghujan.
”Sudah lama kami usulkan agar saluran air di bangun. Setiap Musrenbang Desa (Musyawarah Rencana Pembangunan Desa) kami selalu usulkan. Alhamdulillah tahun ini direaliasasi,’’ ungkap Lukito salah satu warga.
Lukito mengaku jika selama ini, di tersebut air hujan kerap menggenang di jalan. Itu karena saluran air di jalan tersebut sempit tidak dapat menampung air. Akibatnya, merusak jalan. Dan karena kondisi itu juga, warga pun menyebutkan pembangunan saluran air ini sangatlah mendesak. ”Ya itu alasan kami, agar saluran air ini segera dibangun. Karena akibat air meluber di jalan, maka jalannya cepat rusak, dan rawan kecelakaan,’’ tandas Lukito.(ira/aim)

Editor : aim
Penulis : ira