Senandung Rindu, Wadah Berkarya Pecinta Tembang Lawas

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


Senandung Rindu, Wadah Berkarya Pecinta Tembang Lawas

Senin, 27 Jan 2020, Dibaca : 4812 Kali

MALANG – Musyawarah Senandung Rindu (Muserin) yang digelar di Gedung RRI Malang, Minggu (26/1) malam lalu berhasil memutuskan Agus Priyanto sebagai ketua baru komunitas pecinta lagu lawas. Dalam acara ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas RRI Mistam, Kepala RRI Malang Umi Iryani dan anggota klub pecinta lagu tembang kenangan se Malang Raya.
Ketua Panitia Muserin Gatot Soekardi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk pembentukan ketua baru dalam sebuah organisasi. Harapannya dengan terpilihnya ketua organisasi yang baru nanti dapat membimbing anggota-anggotanya dalam melestarikan budaya tembang kenangan.
“Di era sekarang ini lagu tembang kenangan sudah mulai luntur. Maka hal inilah yang akan menjadi tantangan baru dalam komunitas lagu lawas,” kata Gatot, sapaan akrabnya kepada Malang Post.
Gatot menambahkan, Muserin akan menjadi wadah bagi pecinta musik, menari, dan dansa untuk saling bertatap muka, silaturahmi, dan komunitas yang tetap menjunjung tinggi lestari budaya lagu lawas.  
"Kami berharap di usianya yang sudah 20  tahun, klub Senandung Rindu Malang tetap bertahan, mengingat banyak anggotanya yang sudah manula," tuturnya.
Saat ini, komunitas Senandung Rindu di Malang Raya kurang lebih diikuti oleh 29 klub menari dan menyanyi dari wilayah Malang Raya. Satu klub beranggotakan kisaran 25 orang.  "Setiap bertemu, kami bersama-sama menikmati alunan musik. Karena kami sangat mencintai alunan musik dan line dance," lanjutnya.
Ketua terpilih Muserin Agus Priyanto menyampaikan, setiap tahun pihaknya dihadapkan pada situasi dan tantangan yang berbeda dengan masa lalu, dimana kejenuhan sudah dirasakan oleh beberapa anggota. Selain itu juga faktor usia dan kondisi anggota yang sudah manula.
“Ini tantangan yang berat, namun kami tetap optimis pecinta lagu lawas tidak akan punah. Dengan cara bersinergi dengan pihak luar, baik yang ada korelasinya maupun yang tidak ada korelasinya dengan nyanyian dan dansa. Kami juga akan sering melaksanakan kegiatan termasuk sosial kemasyarakatan dalam singing dan dancing,” kata Agus, sapaan akrabnya.
Menurutnya, ada beberapa klub yang mengundurkan diri dari Senandung Rindu dengan berbagai alasan. Sementara itu banyak tumbuh klub-klub baru yang belum bergabung dengan kami.
“Rencananya kami akan memperluas jangkauan organisasi hingga Kabupaten Malang dan Kota Batu, dengan membentuk Koordinator Wilayah Kota Batu dan Koordinator wilayah Kabupaten Malang,” terangnya.
Lebih lanjut, Agus berharap Senandung Rindu mampu menjaga eksistensi. Tak hanya sekadar wadah menyalurkan hobi, tapi juga melahirkan para penyanyi berkualitas nantinya. “Dari sekadar pelepas penat, semoga Senandung Rindu bisa menjadi sarana para musisi di Malang Raya dan menebarkan bibit baru tembang kenangan yang mampu membanggakan Malang,’’ harapnya. (mp4/sir)

Editor : Abdul Halim
Penulis : Agiem