Semua Berawal dari Sindrom Baby Blues | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 04 Okt 2019, dibaca : 438 , halim, amanda

MALANG – Sudah jatuh tertimpa tangga. Ungkapan tersebut sesuai dengan kondisi Amel, 30 warga Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang. Di usianya yang tergolong muda, Amel mengalami depresi berat karena berbagai faktor. Namun ketika melakukan terapi penyembuhan, Ronald, 30 warga Jember malah berselingkuh dengan wanita lain dan menceraikannya.
Tekanan mental Amel dimulai sekitar satu tahun lalu. Setelah melahirkan anak ketiganya, ia mengalami sindrom baby blues. Ketika sedang mengalami sindrom tersebut, ia justru mengalami tekanan batin. Ketika itu, ia justru mengalami kesulitan ekonomi karena sang suami habis ditipu oleh temannya. Sehingga, hartanya nyaris habis. Ketika sedang berada di bawah, Amel langsung berkeluh kesah kepada kedua orang tuanya dan meminta bantuan berupa dana segar.
Alih-alih memberi bantuan, Amel yang tak direstui menikah dengan Ronald justru malah diusir dari rumahnya. Sang ibu bahkan membuat hati Amel nelangso lantaran tak mengakuinya anak.
Sejak saat itu, berbagai cobaan tak henti datang. Bahkan, anak pertama Amel pun terancam putus sekolah. Hal tersebut membuat Amel depresi berat. Ia sering berteriak dan menangis tanpa henti. Ketika mencari hiburan, Amel justru bermain sosial media dan mengganggu teman-temannya yang lain.
Hal tersebut membuat Ronald, sang suami malu. Ia justru meninggalkan Amel dan membawa ketiga anaknya. Saat ini, Amel sedang menjalani terapi kesehatan dan keadaannya berangsur membaik. Sementara, sang suami juga sudah menikah dengan perempuan lain.(tea/lim)



Senin, 09 Des 2019

Pernikahan Kedua Pun Hancur

Loading...