Sempat Jadi Sales Pabrik Plastik | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 01 Sep 2019, dibaca : 9499 , Halim, Linda

Dunia karoseri ternyata jauh dari pikiran Indra. Karoseri adalah dunia yang harus diterjuninya karena tahun 1997 keluarga memintanya pulang kampung. Saat itu, ia sudah bekerja sebagai sales pabrik plastik di Jakarta. Tiga tahun pada 1994–1997, ia menjalani pekerjaan itu namun tetap mendapat sokongan uang orang tuanya.
‘’Di karoseri saya kerja apa? Kakak saya bilang, kamu bisanya apa ya itu yang kamu lakukan. Karena saya sebelumnya sales, ya akhirnya saya bekerja sebagai marketig Karoseri Piala Mas,’’ ceritanya mengawali pengalaman kerjanya di Piala Mas.
Jumlah karoseri saat itu sangat banyak. Karena itu menjadi sales pun tidak mudah. Namun kerja kerasnya membuahkan hasil. Ia mendapatkan order pertama dari Bus Sumur Tinggi di Bengkulu. Saat itu harga bus per unitnya masih murah di kisaran Rp 15 jutaan. "Senang banget rasanya saat itu, hingga sekarang, itu jadi pengalaman sangat berharga," ungkapnya.
Dari sales hingga menjadi Bos Karoseri Piala Mas, Indra terus belajar. Itu karena pengalaman bisnis mengajarkan ia lebih berhati-hati.  Bahkan ia pernah dikasih nasehat. ‘’Di bisnis bus, kalau uang pribadi belum kepakai, belum sukses,’’ ujar Indra menirukan pesan tersebut.
Saat mendapat petuah itu, Indra belum paham. Ia baru mengerti maksudnya saat ia mengalaminya sendiri. Pembayaran order pertama itu tidak lancar. Bulan pertama bisa cair, namun selanjutnya tersendat-sendat. ‘’Klien membayar dengan giro, saat dicairkan eh tidak bisa. Saya baru teringat pesan yang pernah disampaikan ke saya, wah, benar ini. Tapi pengalaman makin membuat saya berhati-hati,’’ ceritanya sambil tertawa.(lin/lim/han)



Kamis, 14 Nov 2019

Suka Pengalaman Baru

Kamis, 14 Nov 2019

Antara Pendidik dan Penyanyi

Loading...