Sembilan Nama Calon Pejabat Pemkab Diusulkan ke KASN

Jumat, 18 Oktober 2019

Rabu, 09 Okt 2019, dibaca : 231 , udi, ira

MALANG – Seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama pada Pemerintah Kabupaten Malang memasuki tahap akhir. Dari seluruh tahapan seleksi, 9 nama telah diperoleh panitia seleksi dan namanya diusulkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Nurman Ramdansyah SH, M.Hum. Dihubungi Malang Post, Nurman yang juga menjabat sebagai sekretaris panitia seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama ini menjelaskan, meminta persetujuan dari KASN ini merupakan tahapan wajib yang harus dilakukan.
”Ini merupakan tahapan wajib yang harus dilakukan. Setelah nama di setujui KASN, baru kemudian diserahkan ke Bupati, untuk menentukan siapa saja yang menduduki jabatan pimpinan sesuai dengan yang diseleksikan,’’ katanya.
Seperti diketahui, Pemkab Malang sejak September lalu membuka seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (lelang jabatan) untuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Yakni Dinas PU Sumber Daya Air, Dinas Kesehatan, dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Seleksi ini diikuti 14 peserta. Masing-masing Dinas Kesehatan, enam peserta, yakni dr RA Ratih Maharani, M.M.R.S, drg Dessy Deliyanti, dr Benidiktus Setyo Untoro, drg Arbani Mukti Wibowo, dr Nur Rochman M.M.R.S, dan Gunawan Djoko Untoro.
Sementara Dinas Kominfo, ada  empat peserta masing-masing, Drs Atsalis Supriyanto MSi, Aniswaty Azis SE, MSi, Ir Henry Mulia Baharudin Tanjung MSi, Ferry Hari Agung ST MT. Dinas PU SDA empat peserta masing-masing Ir Untung Sudarto MT, Ir Avicenna Medisica Sani Putera MT, Ir Dwi Siswahyudi MT, Ir Raden Anang Udayana S.P.I.
”Sebelumnya seluruh pelamat mengikuti seleksi administrasi, kemudian mengikuti tahapan seleksi berupa uji kompetensi dan tes wawancara. Dari tahapan seleksi tersebut, kami mendapatkan masing-masing tiga peserta dengan nilai tertinggi pada tiga posisi jabatan yang dilelangkan,’’ kata Nurman.
Kendati mengatakan sudah ada tiga nama untuk masing-masing jabatan yang dilelangkan, tapi Nurman memilih merahasiakan siapa saja mereka. Alasannya, karena hasil pansel tersebut belum tentu disetujui oleh KASN. ”Ketentuannya memang begitu. Tapi yang jelas, semuanya memiliki nilai tertinggi,’’ tambahnya.
Nurman mengatakan, selama ini panitia seleksi terbuka dan transparan dalam semua tahapan. Tapi hasil akhirnya tetap ada di tangan Bupati. ”Seleksi kami selain melibatkan pemerintah daerah juga melibatkan akademisi. Ini dilakukan agar proses seleksi betul-betul transparan,’’ tandasnya. (ira/udi)



Loading...