Sembilan Kota Terinovatif di Indonesia | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 13 Okt 2019, dibaca : 525 , aim, HMS

MALANG - Kota inovatif  kembali disandang Kota Malang. Dalam Innovative Government Award yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri, Kota Malang berhasil masuk  sebagai 9 kota terinovatif di Indonesia bersama kota lainnya, seperti Bandung dan Denpasar.
Penghargaan Innovative Government Award yang diberikan Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo diterima langsung Wali Kota Malang, Sutiaji di Hotel Borobudur,  Jakarta  pada awal pekan lalu. Wali Kota Malang Sutiaji, mengapresiasi penghargaan yang diberikan Kementerian Dalam Negeri. Visi inovasi di Kota Malang selain untuk memudahkan layanan publik juga menyasar kepada sektor perekonomian.
Dikatakan Wali Kota Malang, dengan adanya pemangkasan birokrasi menjadi pelayanan satu pintu memudahkan bagi investor untuk menanamkan investasi di Kota Malang yang nantinya akan berimbas kepada naiknya sektor perekonomian.
“Hal ini sudah kami jalankan secara maksimal, harapannya kedepan berbagai inovasi akan muncul di Kota Malang,” jelas Sutiaji.
Terkait amanat Menteri Dalam Negeri agar inovasi daerah melibatkan seluruh elemen, Wali Kota Malang juga menegaskan, jika pemerintah daerah saat ini sedang memaksimalkan skema pentahelic (akademisi, bussines, community, government, media) agar hasilnya bisa maksimal.
“Termasuk juga amanat Pak Menteri Dalam Negeri terkait menonjolkan ciri khas daerah juga telah kami lakukan dan kami maksimalkan sebagai kota wisata dan kota pendidikan,” tegasnya.
Wali Kota berharap, penghargaan ini terus memicu Pemkot Malang dalam melahirkan inovasi baru pada tiap tahunnya, sehingga perwujudan smart city dan smart government bisa dilakukan secara maksimal dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Inovative Government Award merupakan apresiasi dari pemerintah pusat terhadap semangat dan keberhasilan daerah dalam melaksanakan pembangunan yang inovatif.  Berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri, lonjakan inovasi daerah meningkat sekitar 200 persen dari tahun 2018.
Pada tahun 2018 inovasi daerah yang tercatat di Kemendagri sebanyak 3.718 sedangkan pada tahun 2019 jumlahnya meningkat menjadi 8.014 inovasi yang terbagi dalam tiga kategori, yakni inovasi layanan publik, inovasi pemerintahan dan inovasi lainnya.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo, menegaskan jika salah satu filosofi dari inovasi adalah melakukan pemangkasan birokrasi yang panjang serta sebagai sarana efisiensi, sehingga layanan publik bisa berjalan dengan maksimal.
“Karenanya kita harus wujudkan smart goverment melalui inovasi daerah,” kata Tjahjo Kumolo.
Dikatakan pula, lompatan strategis inovasi daerah harus melibatkan berbagai pihak, sehingga penyelenggaraannya bisa dilakukan  secara maksimal dan sesuai dengan kearifan lokal yang ada.
“Daerah yang tertinggal akan kami fasilitiasi percepatannya dan akan kami dorong untuk terus mewujudkan inovasi,” tandasnya. (aim/*/hms)



Loading...