Semangat Jenderal Sudirman Bergelora di SD Muhammadiyah 9 | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 19 Nov 2019, dibaca : 198 , Redaksi, Imam

MALANG - Sambil tertatih tatih ‘Panglima Besar Sudirman’ menghadap Presiden Soekarno. Tak peduli dengan rasa sakit yang dideritanya, Sudirman dengan jiwa patriotnya yang besar memberanikan diri meminta izin kepada presiden untuk melakukan perang gerilya melawan Belanda.
Jiwa juang Panglima Sudirman tak pernah redup. Tak peduli fisiknya sedang lemah karena sakit yang diderita. Selagi hayat dikandung badan semangat perjuangan terus berkobar di dalam dirinya, demi Tanah Air Indonesia.
"Bapak Presiden, izinkan saya untuk melakukan gerilya untuk bertempur mengusir penjajah di Yogyakarta yang semakin meresahkan rakyat," ujar Sang Panglima, sambil memegang tongkat untuk menyangga badannya yang lemah.
Melihat tekad dan jiwa besar Jenderal Sudirman, Presiden RI Soekarno memberikan izin untuk melakukan perlawanan pada Belanda. Setelah itu, semangat pertempuran dikobarkan oleh Jenderal Besar Sudirman kepada pasukannya dan segenap rakyat Indonesia.

Pertempuran antara pasukan Jenderal Sudirman dengan penjajah Belanda berlangsung sengit. Desingan suara senjata api memecah kesunyian. Korban pun berjatuhan dari kedua pihak. Berkat kegigihan para pejuang kemerdekaan, penjajah berhasil dipukul mundur.
Sepak terjang Panglima Sudirman tersebut ditampilkan dalam sebuah teatrikal yang mengagumkan oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah 9 'Jenderal Sudirman' Malang. Dalam sebuah momen peringatan Milad Muhammadiyah yang ke 107 M /111 H, SD Muhammadiyah 9 menggelar pentas seni, Senin (18/11).
Salah satunya seni drama yang menceritakan tentang perjuangan Jenderal Sudirman, sebagai salah satu kader terbaik Muhammadiyah. Tentang Pahlawan yang satu ini, tentu tidak seorangpun Rakyat Indonesia yang meragukan dedikasinya untuk Tanah Air. Dari sosok Sang Jenderal, siswa-siswi SD Muhammadiyah 9 Malang mengambil banyak pelajaran, sebagai teladan yang berjiwa nasionalis dan religius.
Pradana Bintang, siswa yang berperan sebagai Jenderal Sudirman merasa bangga dapat tampil dalam drama tersebut. Ia mengaku sempat merasa kesulitan menghafal narasi dialog dalam cerita. Sampai gurunya pun memberikannya keringanan untuk membaca teks saat tampil. "Alhamdulillah saya bisa hafal dan bisa tampil tanpa teks sebagai Jenderal Sudirman," ujar siswa kelas 4 ini.
Berbagai aksi pentas seni dalam perayaan Milad Muhammadiyah, diharapkan semakin membuat siswa termotivasi. Semangat belajar dan fastabiqul khairat terus berkobar di SD Muhammadiyah 9 Malang.
Tema yang diangkat yaitu 'SD Muhammadiyah 9 mencerdaskan anak bangsa untuk generasi Islam yang berkemajuan. Sony Darmawan M.Pd., selaku Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang mengatakan, berkemajuan yang dimaksud kaitannya dengan pendidikan. "Pengembangan pendidikan yang bermakna pada anak anak adalah mengaplikasikan nilai karakter dengan memperkuat pondasi religius," ujarnya.
Menurut Ketua K3S SD Muhammadiyah Kota Malang ini, potensi siswa akan semakin lengkap dengan karakter yang ditunjang dengan ilmu pengetahuan. "Maka dari itu, keseimbangan antara akademik dan karakter peserta didik sangat diutamakan dalam proses pembelajaran," imbuhnya.  
Semarak peringatan Milad Muhammadiyah yang ke 107 M/ 111 H di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang diawali dengan kegiatan pawai. Dengan mengenakan beragam busana, guru dan siswa terlihat bersemangat. Busana yang dipakai antara lain seragam TNI Polri, seragam medis, busana adat daerah, hizbul wathan, tapak suci dan lain-lain.
Diantara siswa juga ada yang mengenakan pakaian dari bahan daur ulang yang didesain dengan indah. Sehingga pawai tampak semakin berwarna.
Pemberangkatan pawai diawali dengan grup marching band. Seluruh siswa berbaris rapi dengan membawa poster bernarasi syiar dan kata-kata motivasi. Seperti berlomba-lomba dalam kebaikan,
Islam agamaku, Muhammadiyah gerakanku, SD Muhammadiyah 9 sekolahku dan lain sebagainya. (imm/oci)



Kamis, 05 Des 2019

Ilmu Lebih Penting Dari Gaji

Loading...