Seluruh Barang Bukti Dikembalikan ke Korban | Malang Post

Sabtu, 14 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 03 Okt 2019, dibaca : 945 , halim, agung

DIPINJAM PAKAIKAN: Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung didampingi Kasatreskrim dan Kasubag Humas ketika menunjukkan barang bukti yang berhasil diungkap.

MALANG - Polres Malang mengamankan ratusan barang bukti kejahatan dari hasil Operasi Sikat Semeru 2019. Semua barang bukti tersebut akan dikembalikan kepada pemiliknya. Sifatnya adalah untuk pinjam pakai sementara.
"Kami budayakan setiap barang bukti yang diamankan, akan dikembalikan kepada pemiliknya. Hal ini supaya tidak terjadi penumpukan barang bukti," ungkap Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.
Pengembalian barang bukti tersebut, karena semuanya masih layak pakai. Selain nantinya bisa dimanfaatkan oleh korban atau pemilik, juga supaya barang tersebut tidak rusak.
"Sifatnya adalah untuk pinjam pakai sementara. Ketika nantinya diperlukan untuk penyidikan seperti sidang, maka harus dihadirkan. Karenanya kami meminta kepada pemilik untuk kooperatif ketika barang buktinya dikembalikan," jelas Ujung. 
Syarat untuk mengambil barang bukti pun, juga tidak sulit. Kalau kendaraan bermotor, cukup menunjukkan surat laporan kepolisian serta surat kelengkapan kendaraan. Sedangkan untuk barang bukti lainnya, menunjukkan bukti surat laporan dan mencocokkan data barang.
Lebih lanjut, Ujung menyampaikan, bahwa pengembalian barang bukti kendaraan ini sesuai dengan pasal 46 KUHAP. Dimana penyidik berkewajiban mengembalikan barang bukti yang disita kepada orang yang berhak atau pemiliknya.
Barang bukti dikembalikan setelah kepentingan penyidik sudah tidak memerlukan barang bukti. Kendaraan tersebut bukan terkait kasus tindak pidana. Dan kendaraan yang sudah melalui proses sidang, serta hakim menyatakan tidak merampas barang bukti itu untuk negara.
"Barang bukti yang tidak mungkin dikembalikan seperti narkoba, karena akan disita oleh negara untuk dimusnahkan. Begitu juga seperti mengamankan ratusan botol minuman keras, karena tidak mungkin semuanya dihadirkan dalam sidang. Mungkin hanya sebagai kecil saja, dan lainnya dimusnahkan," terangnya.
Dengan pengembalian barang bukti, Ujung juga berharap dirawat supaya tidak rusak atau hilang. "Karena masyarakat yang kehilangan, pastinya membutuhkan barang tersebut untuk kepentingannya," ungkapnya.(agp/lim)



Sabtu, 14 Des 2019

Ngebet Ingin HP, Nekat Mencuri

Jumat, 13 Des 2019

Dua Residivis Curanmor Dibekuk

Loading...