Malang Post - Selamatkan Anak dari Bahaya Gadget dan Pornografi

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Selamatkan Anak dari Bahaya Gadget dan Pornografi

Minggu, 19 Jan 2020

MALANG – Diera revolusi 4.0 dan kemajuan teknologi membuat perubahan sangat cepat dalam kehidupan manusia. Dampaknya pun cukup besar sampai dengan pergeseran nilai dan moral. Gangguan yang nyata dalam kehidupan seperti gadget dan tontonan yang mengandung konten pornografi yang seolah menjadi bahan asupan setiap hari di dunia internet.
Untuk itulah, Indonesia Hynoterapy Center (IHC) menggelar seminar parenting dengan tema “Selamatkan Generasi Indonesia dari Pornografi dan Bahaya Gadget” di Digital Innovation Lounge, Telkom Malang, Sabtu (18/1) , dengan menghadirkan Umar Kadafi dan Abdul Teddy, keduanya praktisi psikoterapi, instruktur hipnoterapi, konsultan pendidikan, pendidikan berkarakter. Kegiatan ini di ikuti 40 orang,  mulai dari orang tua, guru, terapis, dan mahasiswa.
Ketua Penyelenggara Meda Rosaline mengatakan, akses internet dan kecanggihan gadget semakin kuat dan mudah dijangkau. Kemudahan ini menurut dia justru memiliki dampak negatif bagi anak-anak.
“Salah satunya adalah pornografi. Maka itu, kami (IHC) menggelar seminar dan mengajak para orangtua untuk peduli akan nasib generasi penerus bangsa,” katanya.
Abdul Teddy mengatakan, kondisi saat ini sangat wajar ketika pornografi marak terjadi walaupun aturan sudah tercover dalam UU Pornografi. Penggunaan internet pada anak yang tidak dibatasi dan tidak dipantau oleh orang tua menjadikan anak bebas nonton tanpa berpikir apakah itu tontonan yang berbahaya atau tidak.
“Anak adalah aset bangsa maka dari itu peran keluarga sangat penting untuk terus memantau aktivitas anak. Tidak cukup hanya peran keluarga tetapi juga dibutuhkan peran negara untuk mengawasi, dan mengatur generasi,” terangnya.
Dijelaskannya, jika aturan manusia tidak mampu menyelamatkan generasi maka ada satu-satunya cara yaitu merujuk dengan sistem yang dibuat  Allah SWT, yaitu meningkatkan spiritual. Tentunya anak tersebut juga akan berkelakuan baik. Karena itu merupakan satu-satunya solusi untuk menyelamatkan generasi dari bahaya pornografi,” kata Teddy.
Pemateri Umar Kadafi menjelaskan, tugas orang tua harus mempersiapkan anak menghadapi zamannya, yakni era digital dan era ke depannya. “Orang tua diharapkan mampu melindungi anak-anak dari ancaman era digital, tetapi tidak menghalangi potensi manfaat yang bisa ditawarkan,” ujarnya.
Umar juga menekankan kepada orang tua agar membatasi penggunaan gadget sesuai dengan masing masing tahapan usia anak. Mulai  1-3 tahun, 4-6 tahun, 8-12 tahun, dan 12-18 tahun. Ia mengingatkan kepada para peserta untuk memberikan contoh yang baik dalam menggunakan gawai pintar kepada anak-anak. "orang tua juga harus memperhatikan dalam penggunaan gadget terutama didepan anak harus memberikan contoh yang baik, dan selalu dalam pengawasan. Selain itu luangkan waktu untuk ajak anak bermain di luar,” kata Umar.
Lebih lanjut acara ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menguatkan peran orangtua dalam meningkatkan pola asuh di rumah dan menguatkan persepsi siswa untuk bijak menghadapi kondisi zaman sekarang. (mp4/sir/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Redaksi

  Berita Lainnya





Loading...