Seks Bebas Mahasiswa dan Siswi SMA, Polisi Dalami Kasus Sambil Tunggu Aduan | Malang POST

Jumat, 21 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 21 Jan 2020,

MALANG - Thread (utasan) di twitter tentang kisah seks bebas mahasiswa dan siswa SMA akan diselidiki Polisi. Thread itu disebarkan oleh seorang yang diduga perempuan bernama gre dengan akun @gresaids. Dalam utasan tersebut, ia mengungkap bahwa ada satu oknum mahasiswa, yakni CK alias Samyang yang diduga melakukan pemaksaaan hubungan seksual kepada para korbannya.
Dalam laporan yang diterbitkan Malang Post pada Senin (20/1), CK secara acak memilih perempuan sesuka hatinya. Setelah didekati dan dirayu, ia mengajak perempuan itu untuk bertemu dan berlanjut ke hubungan intim. Dalam utasan itu, ia juga mengimbau para perempuan untuk berhati-hati ketika didekati oleh sang oknum.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Yunar Hotma Parulian Sirait mengaku belum mendengar kasus yang santer dibicarakan melalui media sosial.
"Saya belum terima laporan dari masyarakat terkait hal itu," papar dia.
Meski demikian, ia akan melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait hal tersebut. Sebab, utasan tersebut menjadi perbincangan dan menjadi perhatian di jagad media sosial. "Akan kami selidiki," tandas dia.

   Baca juga : Jadi Mangsa Mahasiswa Gara-Gara Media Sosial


Meski demikian, utasan tersebut saat ini masih didalami oleh polisi. "Kalau terkait utasan itu, harus melalui delik aduan terlebih dahulu. Jika ada korban yang merasa dirugikan, silahkan melapor kepada kami," terang Kasubbag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni, Senin (20/1).
Dalam kesempatan tersebut, ia juga berpesan kepada para generasi muda untuk selalu berhati-hati dan waspada ketika mengenal orang melalui media sosial. "Jangan mudah percaya dan tertarik begitu saja. Harus ditelusuri dulu asal-usulnya," jelas dia.
Selain itu, ia juga mengimbau para orangtua dan guru untuk mengawasi pergaulan para pelajar. Sebab, saat ini, tidak hanya seks bebas yang mengancam masa depan mereka. "Bahaya narkoba dan juga minuman keras (miras) juga banyak beredar. Untuk itu, jauhi perbuatan yang bisa menjerat anak muda dari kasus kriminal," jelas dia.

   Baca juga : Hilang Kesucian Sejak Kelas 2, Bercinta Ketika Rumah Sepi


Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pemprov Jatim Wilayah Malang dan Batu, Ema Sumiarti menegaskan permasalah pergaulan bebas di kalangan pelajar tidak serta merta menjadi tanggungjawab sekolah. Melainkan harus ada peran keluarga dalam pengawasan keseharian anak termasuk memberikan perhatian kepada sang anak mulai dari hal-hal terkecil sekali pun.
Dikatakannya bahwa siswa di lingkungan sekolah mulai pukul 07.00 – 16.00 WIB, setelah jam tersebut sepenuhnya pengawasan dari orang tua. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan, bila orang tua terlalu sibuk  bekerja masih ada teknologi yang dapat memantau sang anak. Misalnya memastikan anak sudah berapa di rumah di jam-jam tertentu melalui video call.
“Kalau di sekolah sudah ada kegiatan ekskul yang membuat siswa sibuk dengan kegiatan tersebut, ada juga kegiatan parenting  di masing-masing sekolah,” ujar Ema.
Parenting tersebut sudah mulai efektif dijalankan oleh masing-masing sekolah di Kota Malang dan Batu. Tujuannya untuk memberikan kedekatan antara orang tua dan anak, sehingga mamahami karakteristik anaknya.
Peran orang tua sangat besar dalam membatasi pergaulan bebas sang anak. Kepercayaan orang tua terhadap anaknya perlu diberikan sehingga anak dapat memahami tanggungjawabnya dalam menjaga kepercayaan tersebut.
“Kalau di sekolah kami menyibukkan sang anak dengan ekskul yang disenangi dengan begitu sang anak tidak terlintas dalam pikirannya untuk mengarah ke pergaulan bebas,” terangnya.
Dilanjutkan Ema, nantinya ke depan untuk mencegah semakin meluasnya pergaulan bebas di kalangan pelajar ia akan menggalakkan peran guru BK di masing-masing sekolah, meningkatkan kegiatan parenting, dan menyediakan kegiatan yang mengarah ke masa depannya.
Menurutnya, apabila anak di sekolah sudah memiliki banyak kesibukan, orang tua perhatian maka sang anak tidak akan mengarah ke pergaulan bebas. Anak yang tidak mendapat pehatian dari orang tuanya cenderung akan mencari perhatian di tempat lain.
“Nanti kami akan lebih giat lagi dalam menggandeng orang tua melalui berbagai kegiatan supaya anak memiliki kegiatan sesuai kebutuhan masing-masing siswa,”tandas Ema.(tea/lin/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Amanda Egatya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...