Sekolah Dikepung Jajanan Tak Sehat | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 30 Okt 2019, dibaca : 762 , rosida, asa

MALANG - Menyusul terdapat sekolah yang beberapa waktu lalu terkait dengan dugaan carrier difteri, Wali Kota Malang Sutiaji mengajak seluruh Kepala Sekolah (Kasek) tingkat SD untuk berkoordinasi bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan di Kantor Dindik, Rabu (30/10). Masih terkait dengan masalah kesehatan, Sutiaji dimintai solusi oleh para Kasek terkait jajanan siswa dari para penjual di luar sekolah yang tidak terjamin kualitas dan gizinya.

   Baca juga : SMPN 3 Hemat Listrik Berkat Energi Surya
Pada kesempatan itu Sutiaji dimintai solusi terkait dengan bagaimana untuk menyiasati siswa yang memilih untuk mengonsumsi jajanan dari para pedagang keliling dari luar. Sebab pihak sekolah kesulitan melarang siswa untuk membeli makanan dari para pedagang kecil tersebut. Apalagi melarang para pedagang untuk berjualan di sekitar sekolah, menjadi hal yang lebih sukar lagi untuk dilakukan.
"Kalau saran saya pihak sekolah harus selesaikan persoalan secara internal, ada yang kongkalikong dengan pedagang atau tidak. Karena kalau sekolah melarang abang-abang pedagang, tapi ternyata mereka ada kerja sama dengan orang dalam ya sulit untuk dihentikan," ujarnya.
Dijelaskannya, bahwa kesehatan dari para siswa atau segenap penghuninya merupakan tanggung jawab dari sekolah. Namun demikian, orang tua atau wali siswa sudah seharusnya berperan besar mengimbau putra-putri mereka untuk tidak jajan sembarangan. Maka dari itu dibutuhkan adanya sinergi baik dari sekolah maupun orang tua untuk bersama melingungi kesehatan para siswa.
"Karena yang utama memberikan pendidikan pada anak itu harusnya orang tua, jadi mereka menitipkan ke sekolah. Makanya keduanya (orang tua dan sekolah) harus sinergi," tandasnya. (asa)



Kamis, 05 Des 2019

Ilmu Lebih Penting Dari Gaji

Loading...