Sekdaprov Temui TKW Depresi asal Gedangan | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 20 Okt 2019, dibaca : 219 , udi, HMS

MALANG - Diteriaki pemerintahannya bobrok, tidak membuat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa marah. Apalagi dendam terhadap TKW Mutrifah asal desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.
Justru sebaliknya, Khofifah malah menaruh empati terhadap Mutrifah. Sebab, perilakunya dilakukan karena depresi. Karena beban keluarga yang semua harus ditanggungnya dengan cara bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Singapura.
Empati dan simpati Khofifah, diwujudkan dengan memerintahkan Sekdaprov Jatim, Heru Tjahyono menemui keluarga Mutrifah di Malang. Tetapi karena beberapa pertimbangan teknis, Heru tidak menemuinya langsung di rumah Mutrifah. ‘’Benar. Saya langsung diutus Bunda Khofifah menemui keluarga ibu Mutrifah," tandas Heru.

Baca Juga : Polres Ajak Santri Jaga NKRI, Melalui Lomba Pidato Kebangsaan


Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Heru menemui suami Mutrifah, perangkat desa Gedangan plus Camat Gedangan di Kantor Bakorwil Malang. Saat pertemuan di Bakorwil Malang itulah Muslikin, bercerita panjang lebar soal kondisi istrinya. Termasuk kenapa istrinya sampai berteriak-teriak di Bandara Juanda, saat tiba dari Singapura. ‘’Saya mohon maaf, kepada bu Khofifah. Karena istri saya lakukan semua itu (berteriak-teriak di Bandara Juanda) dalam kondisi depresi berat,’’ ungkap Muslikin secara tulus kepada Sekdaprov Jatim.
Mendengar ungkapan Muslikin, Heru sangat memakluminya. Apalagi, depresi yang dialami Mutrifah akibat beban ekonomi yang dialaminya. Karenanya, kata Heru, gubernur Khofifah memberi bantuan modal usaha untuk keluarga Mutrifah. Tujuannya, agar cita-cita Mutrifah menyekolahkan anaknya bisa terwujud. ‘’Selain itu, bunda Khofifah juga membantu pengobatan untuk bu Mutrifah sampai sembuh dari depresinya. Agar bisa langsung bekerja layaknya penduduk lain di desanya,’’ jelas mantan Bupati Trenggalek ini.
Saat ditanya langkah antisipasi Pemprov Jatim agar tidak muncul kasus yang sama, Heru mengaku, telah berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Jatim. Selain itu dengan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). ‘’Mereka kami minta untuk mendata lebih rinci masyarakat yang pergi menjadi TKI di luar Indonesia. Jangan sampai, kejadian seperti ini terulang kembali,’’ pungkas Heru meyakinkan. (has/udi)



Loading...