Malang Post - Sejumlah Tokoh Bakal Cabup Dipanggil ke Jakarta

Rabu, 01 April 2020

  Mengikuti :


Sejumlah Tokoh Bakal Cabup Dipanggil ke Jakarta

Sabtu, 22 Feb 2020

MALANG - Sejumlah tokoh yang disebut mencalonkan diri sebagai calon bupati memang diundang ke Jakarta. Salah satunya dr. Umar Usman, ketika dikonfirmasi Malang Post, dia mengaku berada di Jakarta hingga Jumat (21/2) . Alasannya karena Jumat malam, dia masih akan bertemu dengan Sekjen DPP PKB.
“Semoga pertemuan malam nanti (semalam, red) ada hasil yang positif,” katanya.


Umar menyampaikan, bahwa PKB memastikan akan maju dengan mengusung calon sendiri. Ada empat nominasi salah satunya adalah dirinya. “Siapa saja, oleh pengurus DPP PKB tidak disebutkan. Namun salah satunya saya,” paparnya sembari mengatakan bahwa dirinya di Jakarta didampingi anggota DPRD dari Provinsi Jatim serta ada juga dari DPRD Kota dan Kabupaten Malang.


Terpisah, Didik Budi Moeljono Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, juga pindah haluan ke PKB. Sebelumnya dia  mengambil formulir pendaftaran pada tanggal 5 September 2019 dan mengembalikan formulir pendaftaran ke PDIP pada 8 September 2019 lalu. Menurut Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Choirul Ishaq, menyebutkan Didik Budi Moeljono salah satu orang yang diundang ke Jakarta.
Namun demikian, Didik sendiri masih enggan untuk berkomentar. Saat Malang Post menanyakan apakah dia bersedia diajukan sebagai calon bupati atau wakil bupati dari PKB?
“Waduh jangan dulu,’’ katanya singkat.
Didik, yang baru saja mendampingi Bupati Malang H. M. Sanusi memimpin Lunch Meeting di ruang Anusapati menegaskan, bahwa dirinya adalah Sekda. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dia menjalankan tugas secara profesional. Sedangkan untuk Pilkada, Didik sendiri memilih untuk melihat perkembangan.
“Ya dilihat saja perkembangannya bagaimana. Kita tidak tahu apa yang terjadi ke depan,’’ katanya sembari terus berjalan.


Didik sendiri menegaskan, jika saat ini dirinya tetap fokus bekerja. Mendampingi Bupati Malang Sanusi untuk menjalankan program-program yang sidah direncanakan dengan profesional. Tapi demikian, Didik mengatakan tidak tahu, jika ada perkembangan di kemudian hari.
“Kita tidak tahu apa yang terjadi besok. Yang jelas itu, di sini saya sebagai Sekda menjalankan tugas sebagai ASN. Bersama bapak bupati menjalankan roda pemerintahan bersama-sama,’’ akunya. Disinggung apakah ada yang pernah mendekati, dari pengurus partai? Didik mengatakan jika sampai dengan saat ini belum ada satupun partai yang mendekatinya, termasuk mengajak dirinya berkomunikasi.
“Belum ada. Saya mendekatnya langsung ke istri,’’ katanya sembari tertawa.
 “Ya sekarang ini tahun terakhir saya sebagai ASN. Saya ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat, dengan bekerja secara profesional,’’ ungkapnya.(ira/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Ira Ravika

  Berita Lainnya





Loading...