Seberangi Sungai, Dua santri PP An Nur Bululawang Santri Hanyut

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Seberangi Sungai, Dua santri PP An Nur Bululawang Santri Hanyut

Rabu, 04 Mar 2020, Dibaca : 1533 Kali

MALANG – Dua santri PP An Nur Bululawang, Kabupaten Malang,  hanyut di Kali Manten, Bululawang, Selasa sore (3/3). Sekitar pukul 16.00 WIB, dua remaja bernama M Agus Riono, 16 tahun, asal Turen Kabupaten Malang dan Abdul Rosyid, 16 tahun, asal Blimbing Kota Malang, hilang ditelan Kali Manten.


Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiono membenarkan bahwa ada dua santri yang hanyut dan hilang. “Benar, saat ini proses pencarian masih terus dilakukan,” kata Pujiono kepada Malang Post, saat dikonfirmasi Selasa (3/3).


Dari keterangan yang dihimpun, kejadian ini diawali upaya dari dua remaja itu untuk menyeberangi Kali Manten. Debit air sungai cukup tinggi karena kawasan Bululawang hujan deras.
Agus adalah orang pertama bergerak menyeberangi sungai. Rosyid mengikuti dari belakang. Tapi, ternyata remaja asal Kota Malang itu tidak bisa berenang. Sehingga Agus yang melihat temannya kesulitan mengapung dan dia berupaya menolong.
Tapi, sayangnya niat Agus membantu temannya tidak membuahkan hasil. Sebaliknya, berat badan Rosyid membuat Agus kesulitan berenang. Apalagi, arus sungai cukup deras. Sehingga, kedua-duanya ikut terbawa arus dan hilang di sungai.


Polsek Bululawang yang menerima laporan ini, langsung meluncur ke lokasi. Tim pencarian dibentuk dan langsung diterjunkan ke lokasi. “Dari Polsek Bululawang ada 10 personel, Koramil 10 personel, sementara tim SAR ada 35 personel,” ujar perwira polisi dengan pangkat satu melati emas di pundaknya ini.


Menurut Pujiono, proses pencarian memakai metode sisir sungai. Pencarian digelar mulai dari titik hilang di Kali Manten hingga 500 meter ke arah barat sesuai aliran air. Meski demikian, petugas cukup kesulitan melakukan pencarian. Selain hari yang sudah mulai gelap, cuaca juga tidak bersahabat untuk pencarian dua anak tersebut. Karena itu, tim gabungan memberhentikan sementara pencarian.
“Malam hari sempat kami hentikan karena perlu ada konsolidasi lagi,” ujar Pujiono. Sampai saat ini, belum diketahui motif serta alasan mengapa dua santri tersebut bermain di sungai.(fin/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Fino Yudistira