Sebanyak 23 PT di Jatim Merger - Malang Post

Rabu, 20 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 18 Okt 2019, dibaca : 1188 , rosida, asa

MALANG - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Kopertis VII Jawa Timur (Jatim) Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA menyebut setidaknya terdapat 23 perguruan tinggi yang dimerger dengan tujuan efisiensi. Menurutnya merger perguruan tinggi memberikan sejumlah manfaat, salah satunya adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Sudah ada 23 perguruan tinggi yang bergabung. Macam-macam, ada yang empat jadi satu, ada yang tiga jadi satu," pungkasnya usai menghadiri peresmian gerbang Kampus II ITN, belum lama ini.
Merger perguruan tinggi sendiri sudah diinstruksikan oleh Kemristekdikti pada kampus-kampus kecil untuk meningkatkan kualitas melalui efektifitas dan efisiensi. Sebab masih cukup banyak ditemukan perguruan tinggi yang belum mendapat mahasiswa yang sesuai dengan proporsi struktur kepengurusan perguruan tingginya.
"Ya memang kan itu alasan utamanya tidak efisien, tidak ekonomis. Banyak pimpinannya tapi mahasiswa sedikit," lanjutnya.
Lebih lanjut, merger perguruan tinggi sendiri sangat dianjurkan untuk kampus-kampus yang berada pada satu naungan yayasan yang sama. Tujuannya tentu adalah mempermudah proses penggabungan, tidak perlu tahapan rumit khususnya terkait dengan kepemilikan. Namun demikian, merger perguruan tinggi yang berbeda yayasan pun tidak dilarang.
"Kebanyakan satu yayasan yang sama, nggak ruwet kalau itu, tinggal menggabung saja. Tapi kalau beda yang tidak masalah, ada satu contoh kampus di Madiun, ya dibeli saja," sambungnya.
Perlu diketahui, untuk di Kota Malang sendiri terdapat dua perguruan tinggi yang akhirnya demerger menjadi satu dengan tujuan efisiensi. Yakni Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Asia Malang, yang kemudian bergabung menjadi Institut Teknologi dan Bisnis ITB Asia Malang. (asa/oci)



Loading...