SDIS Rutin Pamerkan Proyek Kreatif Siswa | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 24 Sep 2019, dibaca : 426 , Rosida, imam

MALANG - Siswa SD Islam Sabilillah Malang memamerkan proyek kreatif mereka di hadapan orang tua, Sabtu lalu. Pameran karya siswa ini dilaksanakan dalam kegiatan assembly Project Based Learning (PjBL) yang rutin digelar. Orang tua diundang ke sekolah untuk melihat bagaimana kehebatan anaknya. Ada sekitar 66 proyek yang ditampilkan siswa. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap dua bulan sekali.
Kepala SD Islam Sabilillah Malang Nunik S. Hariarti, S.Pd.,M.Pd menuturkan, kegiatan Assembly PjBL diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan communicative siswa terhadap ide kreatif yang sudah dituangkan dalam proyek PjBL yg dibuatnya.
“Setiap kelompok mempresentasikan proyek PjBL nya dihadapan orang tua secara langsung, tentang analisis ide,  tujuan, alur pembuatan, keunikan dan kehebatan proyek yang dibuatnya,” ungkap Nunik.
Dengan presentasi hasil proyek ini, lanjutnya, diharapkan akan terjadi komunikasi dua arah antara siswa dan orang tua, untuk mengeksplorasi kemampuan siswa tentang keunggulan proyek yang telah dikerjakannya. Dengan demikian, diharapkan keterampilan 4C's siswa (critical thinking, creativity, collaboration, communication) dapat terbangun sejak dini.
Dalam kegiatan ini, sekolah juga menyiapkan PJBL award SDIS. Award diberikan kepada siswa dengan empat kategori tersebut. The best creative, the best critical thinking, the best communicative dan the best collaborative. Penghargaan tersebut diberikan kepada siswa di masing-masing kelas dua kali dalam satu semester saat kegiatan assembly. Berupa sertifikat dan Pin. Sebagai bentuk apresiasi atas ketekunan dan kesungguhan siswa.
Ketua PJBL SD Islam Sabilillah Rizky Rahmalia, S.Pd., menjelaskan metode PJBL melatih siswa untuk peka terhadap suatu permasalahan.
"Tujuan PJBL pada dasarnya kami ingin mendidik siswa agar mereka kreatif, kritis terhadap suatu permasalahan, mampu bekerjasama dan komunikatif," terangnya.
Ia mengatakan PJBL dilaksanakan dengan beberapa tahap, yang setiap tahapannya tidak lepas dari pendampingan guru. Dimulai dari guru melakukan presenting issue. Yakni guru PJBL memberikan isu sesuai tema yang saat itu dipelajari siswa.
Selanjutnya ada tahap analyzing issue. Pada tahap ini siswa menganalisis isu atau masalah yang diberikan guru. Dari hasil analisis tersebut, siswa mulai merencanakan proyek yang akan dibuat. "Mulai dari penentuan proyek yang akan dibuat sampai penentuan alat dan bahan yang dibutuhkan siswa," ujarnya.
Tahap selanjutnya siswa mengerjakan proyek yang telah ditentukan sesuai hasil analisa rencana yang telah ditentukan. Proyek tidak harus berupa benda, tetapi juga bisa berupa karya seni. Seperti drama, puisi atau lagu. "Tergantung siswa mendapatkan permasalahan itu dari materi pelajaran apa," imbuhnya.
Ketika proyek tersebut sudah rampung sampailah pada tahapan akhir, yakni reporting. Pada tahap ini siswa bertugas untuk mempresentasikan proyek yang telah mereka buat. Dari rangkaian inilah maka guru meninjau dan melakukan penilaian terhadap siswa-siswi yang memiliki nilai lebih dari aspek kekritisan, kreativitas, kolaborasi dan komunikasi yang mereka bangun. (imm/oci)



Loading...