MalangPost | Satu Untuk Malang, Gotong Royong Lawan Corona

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Satu Untuk Malang, Gotong Royong Lawan Corona

Rabu, 01 Apr 2020, Dibaca : 906 Kali

MALANG – Peringatan HUT ke-106 tahun Kota Malang hari ini, 1 April 2020 dalam suasana keprihatinan. Pemerintah Kota Malang bersama-sama Forpimda dan masyarakat tengah berjuang melawan pandemi virus corona (Covid-19). Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Malang untuk menanggulangi penyebaran virus ini.


Mulai dari pembatasan aktivitas warga dan ASN,  memperketat Physical Distancing, memperketat arus kendaraan dan orang dari luar kota, penutupan tempat wisata, penutupan taman-taman kota, pembatasan jam usaha pusat pembelanjaan, penyemprotan disinfektan massal, penegakan aturan dan menggelontor anggaran Rp 37,3 miliar untuk penanggulangan wabah Covid-19 ini. Pemkot Malang bersama TNI dan Polri menseleksi secara ketat orang-orang yang akan masuk ke Kota Malang dan juga yang akan keluar dari Kota Malang. "Semua upaya kami lakukan untuk menanggulangi penyebaran virus Covid-19 ini, termasuk memperketat Physical Distancing, juga mengantisipasi para pemudik yang lebih dulu mudik awal ke Kota Malang,” kata Wali Kota Malang Sutiaji.


Orang nomer satu di Pemkot Malang ini berharap masyarakat displin berada di di rumah dan menerapkan protokol kesehatan. Membiasakan perilaku hidup  bersih dan sehat, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan lainnya. Penegakan aturan juga akan terus dilakukan bersama TNI dan Polri, karena pemerintah telah mengeluarkan surat edaran untuk ASN dan juga kalangan dunia usaha untuk menanggulangi sebaran virus Covid-19 ini.
"Kami akan terus melakukan tindakan secara tegas pada masyarakat yang tidak mengindahkan aturan dan imbauan dari pemerintah serta TNI / Polri," jelasnya.


Protokol kesehatan juga dilakukan disemua tempat. Salah satu upaya untuk melawan Covid-19 dengan bilik disinfektan Sikat Corona (Sico) hasil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang. Bilik Sico di tempatkan dibanyak tempat, mulai dari Balai Kota Malang, Polresta Malang Kota, Kodim 0833 Kota Malang, Pasar Besar Malang, Masjid Agung Jami Malang dan tempat lainnya.


Pemkot Malang bersama jajaran samping dan semua potensi masyarakat pun melakukan penyemprotan disinfektan secara massal. Pemerintah fokus pada area publik, sedangkan masyarakat secara swadaya melakukan penyemprotan disinfektan di wilayahnya masing-masing. Pemerintah melalui kelurahan menyiapkan cairan disinfektannya. Penyemprotan disinfektan massal mengerahkan mobil water canon milik Polri dan mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Malang.


Penyemprotan disinfektan secara masif akan terus dilakukan di ruang-ruang publik dengan menggunakan kendaraan dinas. Harapannya sebarannya semakin luas. Masyarakat pun diharapkan berperan aktif secara mandiri untuk melakukan penyemprotan di lingkungan tempat tinggalnya sesuai koordinasi dengan lurah dan camat setempat.
"Mari bersama-sama kita lawan Covid-19 untuk menjaga Bhumi Arema yang kita cintai ini," ungkapnya.


Upaya memaksimalkan social distancing bersama jajaran Forpimda dengan melakukan operasi penyadaran. Sasaran kerumunan massa, tempat usaha yang terpotret menjadi area tongkrongan serta lokasi lokasi umum lainnya.
Operasi diinisiasi Polresta Malang untuk menindaklanjuti Maklumat Kepala Kepolisian Negara RI nomor : Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid 19).
“Saya tegaskan, saat ini bukan lagi tahapan sosialisasi. Ini sudah memasuki penindakan. Jadi saya minta anggota untuk langsung “memulangkan” setiap orang yang berhimpun massa. Termasuk komunitas komunitas yang lagi jagongan di cafe cafe, di tempat ngopi. Satu perintahnya tutup dan bubarkan,“tegas Kapolresta Malang, Kombes Leonardus Simarmata. (ica/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Francisca Angelina