Satu tahun lebih Menjadi Budak Nafsu Ayah Kandung, Korban Diancam Tidak Diberi Restu Menikah | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 14 Nov 2019, dibaca : 1797 , halim, agung

MALANG - Satu tahun lebih, Bunga, 14 tahun, harus menjadi budak nafsu ayah kandungnya, Abdul Jalil, 42. Bunga terpaksa melayani nafsu bejat ayahnya, lantaran takut. Sebab setiap kali akan disetubuhi, korban selalu di bawah ancaman.
"Selama ini korban tidak berani berontak. Dia di bawah tekanan, karena diancam oleh ayahnya. Selain ancaman fisik, juga diancam tidak diberi restu menikah," terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.
Korban Bunga ini berasal dari keluarga broken home. Ketika masih kecil, Bunga harus berpisah dengan ibunya. Setelah orang tuanya berpisah,
Bunga ikut dengan kakeknya. Pasalnya, ayahnya Abdul Jalil adalah residivis yang harus keluar masuk penjara. Pertama, kasus membawa senjata tajam, lalu kasus curanmor dan mencuri TV.
Setelah menginjak dewasa, Bunga akhirnya kembali kepada tersangka. Saat kembali tinggal dengan ayahnya itulah, Bunga menjadi korban pelampiasan nafsu bejat ayahnya. Sebanyak sembilan kali, Bunga dipaksa melayani nafsu ayah kandungnya.
Sementara, dalam pemeriksaan, tersangka Abdul Jalil, mengelak tuduhan bahwa dia memaksa dan mengancam. Persetubuhan terhadap anak kandungnya dilakukan tanpa ada paksaan. "Saya tidak mengancam, hanya meminta jatah. Anak saya sebelumnya sudah tidak perawan dan menjadi wanita panggilan," ucap tersangka Abdul Jalil.
Permintaan 'jatah' tersebut, diakui tersangka setelah anaknya habis menerima tamu. "Setiap kali dia (korban, red) habis melayani tamu, saya selalu minta," katanya.
Kasus persetubuhan terhadap anak ini pun masih dikembangkan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. Pasalnya, ada dugaan bahwa tersangka juga melakukan pemerasan terhadap kekasih anaknya.(agp/lim)



Jumat, 06 Des 2019

Cegah Radikalisme Sejak PAUD

Loading...