MalangPost - Satu Pasien Meninggal, Batu Hindari Zona Merah

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Satu Pasien Meninggal, Batu Hindari Zona Merah

Rabu, 01 Jul 2020, Dibaca : 1350 Kali

BATU - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur menegaskan Kota Batu bisa kembali menjadi zona merah atau daerah berisiko tinggi dalam peta persebaran Covid-19. Sampai Selasa (30/6/2020), berdasarkan data Satgas Covid-19 ada tiga orang pasien konfirm positif Covid-19, satu di antaranya meninggal dunia dan 23 orang sembuh.

Pasien yang meninggal tercatat pasien ke 61 yang merupakan seorang pria berusia 47 tahun dan tinggal di Kecamatan Junrejo. Pasien yang meninggal dunia, telah dimakamkan sesuai protokol Covid-19. Sedangkan pasien ke 60 adalah seorang perempuan berusia 35 tahun dan tinggal di Kecamatan Dau dan pasien ke 60 ini adalah seorang PDP dari RS Karsa Husada,

 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Batu, M Chor menjelaskan pasien ke 59 ini juga PDP dari RS Karsa Husada dan memiliki komorbid hipertensi.

Sampai Selasa kemarin Kota Batu memiliki pasien konfirm positif Covid 19 total sebanyak 61 orang, 11 orang dirawat di rumah sakit, 20 orang isolasi dirumah, dan 2 orang isolasi di shelter.

Bertambahnya jumlah pasien Covid-19 menyebabkan Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso memberi sinyal bahwa Batu bisa berubah mejadi zoba merah. Perubahan kategori zona ini karena adanya penambahan kasus positif Covid-19 meski ada juga yang sembuh.

"Ini merupakan kendala yang sangat berarti menuju new normal. Sebab menuju new normal harus berkategori zona hijau atau minimal kuning. Fluktuasi kasus positif dan sembuh terus bertambah," jelas Punjul, Senin (29/6/2020).

 

Menurut Punjul  daerah di Jawa Timur diberikan instruksi oleh Presiden Jokowi yang berada di zona merah untuk bisa turun menjadi lebih baik dengan batasan waktu selama dua minggu ke depan. "Nah, ini clusternya kebanyakan dari keluarga. Kita akan bekerja keras untuk itu, ini tugas semua pihak tidak hanya Dinas Kesehatan dan BPBD saja," tandas Punjul.

 

Untuk memutus mata rantai, perlu ada upaya tegas yaitu sanksi keras pada masyarakat yang melanggar tidak mentaati protap kesehatan. Dalam waktu dekat Punjul berjanji akan memberlakukan sanksi sosial seperti menyapu dan membersihkan tempat umum. "Selama ini hanya penyitaan KTP, kalau bisa aturan yang ada nanti kami rubah. Sekarang masih kita bahas lebih lanjut," tegasnya.

Sebelumnya, dalam Apel Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin pagi, Walikota Batu Dewanti Rumpoko mengimbau para ASN untuk tetap bisa menjaga keluarganya di tengah situasi pandemi Covid-19. Pesan itu ia sampaikan bebarengan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) BKKBN ke 27.

 

Dewanti menerangkan, keluarga merupakan dasar kehidupan, sehingga diperlukan untuk menjaga keluarga dengan sebaik mungkin.

"Pesan saya supaya masyarakat benar-benar menerapkan SOP Kesehatan dengan memakai wajib masker, cuci tangan. Lalu ketika selesai berkegiatan dari luar rumah untuk tidak berkontak dengan keluarganya yetapi harus membersihkan diri dulu," tutur Dewanti. (rak)

Editor : Rak
Penulis : Redaksi