Sandiaga Uno Anggap Nadiem Cocok Jabat Mendikbud | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sandiaga Uno Anggap Nadiem Cocok Jabat Mendikbud

Kamis, 24 Okt 2019,

MALANG - Usai menghadiri konferensi internasional di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB), mantan cawapres RI Sandiaga Uno menyinggung penggabungan kembali Pendidikan Tinggi (Dikti) di dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (24/10). Menurutnya, penggabungan tersebut menjadi satu langkah inovatif yang memerlukan pengawalan bersama.
“Sekarang Dikti masuk kembali ke Kemendikbud yang akan dipimpin oleh Pak Nadiem. Ini sebagai langkah inovatif tentunya, dan harus kita kawal bersama,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam International Conference on Bussiness & Public Administration oleh FIA UB.
Pada momen tersebut, ia juga menyampaikan dukungannya terhadap Nadiem Makarim sebagai Mendikbud yang baru, agar mampu menuntaskan beragam persoalan yang dialami oleh dunia pendidikan Indonesia. Sandi sempat menyebut bahwa Nadiem Makarim merupakan sosok muda yang dianggap mampu dalam menghadapi tantangan pendidikan melalui inovasi dan kemajuan teknologi.
“Hari ini lifestyle kita berubah secara  total, termasuk pendidikan. Oleh karena itu, Kita mencermati bahwa perubahan ini perlu juga diikuti derap langkah disetiap sektor, dengan dipilihnya pak Nadiem diharapkan peran teknologi dan peran inovasi disektor pendidikan lebih tuntas dan berkualitas,” pungkasnya dihadapan para awak media.

   Baca juga : SMK PU Buktikan Kreativitas Lewat Mapel PKK
Lebih lanjut, ia mengharapkan peran Nadiem di bidang pendidikan, terkait dengan penyesuaian kurikulum baik di sekolah maupun perguruan tinggi, agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri dari berbagai aspek. Sebab persoalan pendidikan Indonesia sejauh ini adalah adanya ketimpangan pembelajaran yang didapat siswa atau mahasiswa dengan kondisi nyata di lapangan.
“Harapannya juga dapat memudahkan link and match antara kebutuhan dunia usaha dan industry. Kemudian juga apa yang dihasilkan dari belajar mengajar,” pungkasnya.
Perlu diketahui, penggabungan kembali Pendidikan Tinggi di bawah Kemendikbud diumumkan pada pemilihan Menteri pada Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo, Rabu (23/10). Mulanya, Pendidikan Tinggi sempat digabungkan dengan Kementerian Riset Teknologi pada periode pemerintahan sebelumnya.
Sementara itu, Sandi juga sempat memaparkan kepada para peserta konferensi internsional terkait dengan transformasi tekonologi kearah digitalisasi, yang juga berimbas pada transformasi pekerjaan. Karena transformasi tersebut banyak pekerjaan yang akhirnya tergeser atau bahkan hilang. Namun seiring dengan itu juga bermunculan berbagai profesi baru yang sesuai dengan kebutuhan generasi milenial.
“Cara terbaik untuk menghadapi itu adalah melalui kolaborasi dan kompetisi yang sehat. Poinnya adalah Transformasi, pekerjaan harus dihadapi dengan cara-cara inovatif,” tandasnya. (asa/oci)

Editor : rosida
Penulis : asa

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...