Sadikin Pard, Lukisannya Dikenal hingga Luar Negeri | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 01 Des 2019,

LAHIR dengan keterbatasan fisik tak lantas membuat Sadikin Pard hilang harapan. Pria kelahiran 29 Oktober 1966 ini punya optimisme dan terus berkarya. Ia selalu bersyukur melalui karya lukis dengan nilai seni tinggi. Itulah  Sadikin Pard, pelukis difabel terkenal karena lukisannya.
==========
Secara fisik, ia tidak memiliki kedua tangan. Namun keluasan hati tak membuatnya minder dan negatif thinking. Sadikin Pard yakin kondisinya itu merupakan bagian dari ketetapan Tuhan yang mengandung hikmah dalam perjalanan hidupnya hingga saat ini.
Berkat ketajamannya berpikir, kelapangan dada serta kekuatan tekadnya, pria yang dikaruniai dua putra tersebut kini menjadi seniman lukis yang masyhur. Tidak hanya dalam negeri,  karyanya dikenal hingga ke luar negeri.
Setidaknya dalam setahun ada 10 sampai 15 karyanya yang dikirim ke Swiss. Ini sebagai bentuk kewajiban setelah ia diterima menjadi salah atau anggota tetap Assosiation of Mouth and Foot Painting Artist (AMPFA), sejak tahun 1989 silam.
Setiap bulan  ia menerima honor dari AMPFA lewat karya yang dikirimkannya. Ditambah bonus setiap tahun dan royalti jika karyanya lolos dipublikasikan. "Saya menerima honor setiap bulannya dengan mata uang Swiss Franc. Kalau jumlahnya tidak bisa saya sebutkan, cuma cukuplah kalau buat beli motor," kata dia.
AMPFA merupakan sebuah asosiasi atau perkumpulan seniman lukis dengan mulut dan tangan. Asosiasi yang berdiri sejak tahun 1959 kini memiliki 800 anggota dari seluruh dunia. Empat anggota tetap di antaranya dari Indonesia, salah satunya Sadikin Pard.
Asosiasi ini berdiri bukan berlandaskan rasa kasihan atau nilai keprihatinan. Tetapi mewadahi orang-orang yang berpotensi. "Meskipun cacat tapi tidak bisa apa-apa ya gak bisa masuk," imbuhnya.
Menjadi anggota AMPFA tidaklah mudah. Selain karyanya bernilai seni tinggi juga harus punya kemampuan Bahasa Inggris minimal pasif. "Dan itu butuh proses yang lama, semuanya tergantung pada diri kita," ujarnya.
Membahas tentang  karya lukis yang bernilai seni tinggi menurut Sadikin, pelukis harus mampu menuangkan ide dan konsep tanpa menghilangkan karakter yang dimilikinya. Sebab kata alumni Fakultas Psikologi UMM ini, seni lebih mengutamakan karakter bukan skill. "Ketika karya lukis itu dibuat dengan menampilkan karakter pelukisnya maka nilai seninya menjadi lebih baik," terangnya.
Bagi Sadikin melukis merupakan bagian dari hidupnya. Ia mulai melukis sejak masih SD. Sebagai seorang difabel yang tidak mempunyai kedua tangan,  ia melukis dengan kaki bahkan dengan mulut. Baginya itu bukan sebuah kesulitan sebab dari kecil semua aktivitas dilakukannya dengan kaki.
"Saya sangat bersyukur karena bagi saya ini adalah anugerah. Allah menciptakan saya dilengkapi dengan talenta yang luar biasa," tuturnya.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan bukan sebuah hambatan seseorang untuk berkarya. Termasuk para difabel. "Yang membuat sulit itu kita sendiri. Selagi kita mau berpikir positif dan mau berkarya maka pasti bisa," tegasnya.
Dalam mengarungi kehidupan manusia dibekali Tuhan dengan akal. Namun tak cukup itu saja, butuh mentalitas yang kuat. Apalagi yang hidup dengan keterbatasan. Setidaknya mental mampu mengalahkan rasa pesimis dalam diri sendiri. “Baik yang cacat maupun yang normal harus bermental kuat, disiplin dan punya kemauan yang kuat, kalau tidak maka hanya akan merenungi nasib saja. Dan tinggal menunggu saat kehancuran,” tutur Sadikin.
Menghadapi hidup yang semakin sulit, tidak membuat Sadikin patah semangat. Dalam benaknya terus berkarya dan berkarya. Sebab dengan karya ia bisa terus produktif. “Zaman sekarang harus aktif dan produktif. Kita harus bekerja keras, tidak enak-enakkan, karena hidup semakin kompetitif,” tandasnya.
Pria yang pernah bercita-cita menjadi arsitek ini memang terus berkarya. Sebentar lagi satu karya hebat akan diciptakannya. Yakni membangun gallery seni yang menakjubkan. Bangunan berlantai tiga yang ada di Jalan Selat Sunda Raya tersebut, pada tanggal 14 Desember 2019 mendatang akan diresmikan. “Alhamdulillah, mohon doa restunya, saya berbuat seperti ini hanya ingin berbagi ilmu dengan yang lain, agar semua orang bisa menikmati karya saya,” pungkasnya. (imm/van)

Editor : Vandri
Penulis : Imam



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...