Rusunawa Kabupaten Kelas Apartemen | Malang POST

Kamis, 20 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 10 Des 2019,

MALANG - Hari ini, Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di kawasan Block Office Pemkab Malang, Desa Penarukan, Kecamatan Kepanjen diresmikan. Bangunan megah, terdiri dari 54 ruangan berukuran 36 meter persegi tersebut, siap dihuni para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di perkantoran Kabupaten Malang.
Rusunawa itu dibangun sejak bulan Februari 2018. Menelan anggaran Rp 16,1 miliar, merupakan hadiah melalui dana insentif daerah atas kemudahan yang diberikan pemerintah pada pengembang perumahan khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Secara fisik, Rusunawa Kepanjen tersebut sudah tuntas 100 persen.
Bila tidak ada aral melintang, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, MSc, PhD yang meresmikan dan menyerahkan Rusunawa tersebut ke Bupati Malang, Drs. HM. Sanusi, MM. Konsep Rusunawa yang lebih mirip apartemen itu, dipergunakan tempat tinggal bagi ASN yang belum memiliki rumah.
“Rusunawa ini berbeda. Kalau di kota lain, lokasi Rusunawa sangat jauh dengan lokasi tempat kerja, tapi kalau Rusunawa ini dekat dengan kantor para ASN yang menempati. Penghuninya diutamakan ASN yang berkantor di Kepanjen,” papar Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM.
“Nah, kalau di sini, para ASN menyatu dengan tempat kerjanya dan hanya tinggal jalan kaki saja ke kantornya. Kalau di tempat lain, masih harus mengeluarkan ongkos lagi untuk transport,” tambah pria peraih gelar doktor di bidang ilmu sosial ini. Menurutnya, Rusunawa tersebut, merupakan fasilitas yang sudah disiapkan pemerintah.
Sebab itu, saat proses pendaftaran penghuni di Bidang Perumahan DPKPCK Kabupaten Malang pun, ditetapkan persyaratan yang cukup ketat. Mulai KTP, Kartu Keluarga, SK pegawai dan persyaratan lain. “Kita harapkan yang menempati adalah yang belum menikah. Kalau sudah menikah, harus keluar dan sudah punya rumah,” tegasnya.
Jadi, lanjut mantan Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang itu, ada kesempatan untuk ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk ikut menempati secara bergiliran. Menurut Wahyu, sapaan akrabnya, sudah ada 46 ASN yang mendaftar untuk menjadi penghuninya. Namun sudah 27 orang yang memastikan menempatinya.
Setelah diserahkan ke Pemkab Malang, sistem pengelolaan pun akan dilakukan oleh para penghuni. Mulai pembayaran listrik, air, keamanan hingga kebersihannya. Namun, sistem pengelolaan tersebut, masih dalam pengawasan DPKPCK Kabupaten Malang. “Intinya, penghuni yang mengelola, namun dibawah pengawasan kita,” ucapnya.
Masih menurut pria murah senyum itu, kedepan akan dibentuk badan pengelola Rusunawa yang mendapat SK dari Bupati Malang. “Badan pengelola ini sepenuhnya mengelola Rusunawa, termasuk pemeliharaan dan mengelola pendapatan yang masuk untuk pendapatan daerah. Bisa dikatakan semacam unit pengelola,” tutup Wahyu.
Rusunawa ini sendiri memiliki empat lantai. Memiliki 54 ruangan dengan ukuran masing-masing 36 meter persegi. Dilengkapi dua kamar, satu kamar mandi,  dapur, ruang keluarga hingga ruang jemur pakaian. Setiap ruangan itu, sudah dilengkapi dengan fasilitas mebelernya. Seperti tempat tidur biasa dan susun, meja, kursi, lemari pakaian. (mar)

Editor : Redaksi
Penulis : Marga



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...