Ruddy Widodo, Gandrungi Tahu Tempe Ale-Ale | Malang Post

Sabtu, 14 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 29 Sep 2019, dibaca : 1380 , parijon, fino

MALANG – General Manager Arema, Ruddy Widodo menggemari senandung baru dari Aremania. Chant makannya tahu tempe nyanyinya ale-ale yang terkumandang di Stadion Kanjuruhan saat Arema melawan PSS Sleman, membuatnya antusias mendengarkannya sepanjang laga.
Menurut Ruddy, lagu yang kreatif, meski bermakna sindiran, sangat sah dan tidak dilarang dinyanyikan ketika pertandingan berjalan. Terutama, untuk meneror tim lawan yang masuk ke Stadion Kanjuruhan saat melawan Arema selama 90 menit. Atau, menyemangati tim sendiri agar tidak loyo di lapangan.
Ketimbang lemparan batu dan botol, Ruddy menganggap lagu teror lebih bisa menjatuhkan mental lawan.
“Lagu Aremania yang baru, yang makan tahu tempe itu asik didengar. Saya merasa lagu-lagu seperti ini lebih tepat dinyanyikan di tribun. Daripada lempar batu dan lempar botol, yang melanggar regulasi, saya rasa teror lewat nyanyian itu elegan dan cantik,” ungkap Ruddy kepada wartawan.
Dia mengungkapkan, Arema pun sudah ditatar untuk siap menghadapi teror nyanyian dari suporter lawan ketika bermain di kandang lawan. Menurut Ruddy, sepakbola tanpa nyanyian suporter adalah sepakbola terhambar. Karena itu, selama tidak melempar batu dan anarkis, Ruddy merasa nyanyian teror lawan sah-sah saja ditujukan kepada Arema.
“Saat berada di lapangan, meskipun saya berteman dengan manajer tim lawan, selama 90 menit, kami habis-habisan membela tim masing-masing. Tapi, 90 menit selesai, sudah teman lagi. Saya rasa, di sinilah letak keindahan sepakbola. Dan semoga itu terjadi di seluruh Indonesia,” sambung Ruddy.
Pria berkacamata ini mengaku sudah lelah mendengar ada cerita suporter Indonesia meninggal karena bertarung fisik dengan suporter rival. Nyawa tidak seharusnya dibuang sia-sia karena rivalitas suporter. Padahal, meski berbeda klub, suporter yang menjaga rivalitas ini, sejatinya sesama bangsa Indonesia. Karena itu, dia berharap tradisi rivalitas bisa digeser menjadi tradisi yang tidak fatal.(fin/jon)



Minggu, 03 Nov 2019

Berikutnya, Hadapi Madura United

Loading...