MalangPost - Riset Kasus Pasung Jadi Konsentrasi FK UB

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Riset Kasus Pasung Jadi Konsentrasi FK UB

Selasa, 10 Des 2019, Dibaca : 1008 Kali

MALANG – Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran (FK) UB akan membuka program spesialis keperawatan jiwa dan spesialis komunitas di tahun 2020 mendatang. Pengembangan dua program tersebut lantaran di Indonesia sendiri masih jarang perguruan tinggi yang memiliki program spesialis. Contohnya saja Spesialis Keperawatan Jiwa hanya ada di Universitas Indonesia saja.
Sementara kebutuhan akan asuhan keperawatan sangat dibutuhkan khususnya di Indoensia wilayah Timur. Di wilayah Jawa Timur saja, kasus gangguan jiwa jumlahnya mencapai 40 ribu. Sehingga dengan adanya tenaga kesehatan yang baik juga akan berimplikasi pada pelayanan kepada masyarakat.
“Kami dari institusi pendidikan tentunya punya tanggungjawab untuk mengembangan sumber daya manusia yang ada di lapangan. Termasuk dari kualifikasi yang baik, dua program spesialis tersebut saat ini masih dalam proses visitasi,” ujar Staf pengajar Departemen Keperawatan Jiwa UB, Dr. Ns.Heni Dwi Windarwati., M.Kep.Sp.Kep.J.
Pengembangan yang akan dilakukan Jurusan Keperawatan FK UB tersebut saat ini sudah dalam tahap vitasi oleh kolegium Pengurus Perawat Nasional Indonesia (PPNS) untuk mendapat rekomendasi yang selanjutnya akan di bawa ke Kemendikbud. Visitasi tersebut telah dilaksanakan pada Selasa (10/12) untuk meninjau sejauh mana kesiapan FK UB membuka dua program spesialis tersebut.
Lebih lanjut serapan dari program tersebut nantinya bisa mengarah ke bidang pendidikan, saat ini terdapat program profesi yang seharusnya pembimbingnya pun harus dari kalangan spesialis. Atau dalam bidang pelayanan seperti di rumah sakit jiwa tentunya juga mereka harus menyiapkan SDM dengan kualifikasi spesialis.
“Selain itu dengan banyaknya spesialis akan ada kegiatan-kegiatan riset untuk mengembangkan pelayanan kesehatan jiwa. Di tahun pertama ini kuotanya 15 mahasiswa, apabila dari hasil visitasi ini kami diberikan rekomendasi tahun depan sudah bisa buka program spesialis ini,” terang Heni, sapaan akrabnya.
Dikatakannya, program spesialis keperawatan jiwa dan spesialis komunitas akan diprioritaskan pada kualitas dengan membatasi kuota maksimal hanya 15 mahasiswa. Program spesialis akan berlangsung selama dua semester atau satu tahun penuh dengan spesifik penanganan pada kekerasan, kecanduan dan pasung.
“Karena kami juga banyak riset berkaitan dengan pasung, di Jawa Timur kami sudah menemukan kurang lebih tiga ribu pasung dan masih ada 600 orang yang dipasung,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Keperawatan FK UB, Dr. Ahsan, S. KP., M.Kes, mengatakan, dua program spesialis itu nantinya akan dikembangkan tersebut menjawab tuntutan masyarakat akan kebutuhan pelayanan yang lebih spesialistik. (lin/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Linda