Revitalisasi Pasar Comboran Rampung, Pedagang Harus Pindah Akhir Bulan Ini | Malang POST

Jumat, 28 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Revitalisasi Pasar Comboran Rampung, Pedagang Harus Pindah Akhir Bulan Ini

Selasa, 07 Jan 2020,

MALANG - Pasar Comboran Baru Timur Comboran sudah rampung revitalisasinya. Untuk itu pedagang pedagang Pasar Comboran yang menempati tempat sementara, harus membongkar lapaknya dan berpindah dalam kurun waktu satu bulan ini. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang Wahyu Setianto, Senin (6/1).
"Karena maksimal akhir Januari 2020, seluruh pedagang wajib untuk meninggalkan lapak sementara yang berada di sepanjang Jalan Halmahera dan sekitarnya," paparnya.
Dijelaskannya seluruh bangunan atau lapak sementara yang selama ini dijadikan sebagai lokasi berjualan akan dibongkar. Saat ini, seluruh area pasar juga sudah jadi. Termasuk bangunan paling belakang yang diperuntukkan bagi pedagang kaki lima (PKL).
"Ada sekitar 213 PKL yang menempati area belakang, dan akan segera dibongkar bangunan sementara yang digunakan berdagang selama ini. Nanti akan dibongkar Wastib, seperti yang terjadi di pasar lainnya," paparnya.
Ia menyampaikan, dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan antara Pemkot Malang dan perwakilan pedagang Pasar Comboran.  Salah satunya untuk membahas proses perpindahan pedagang ke dalam area pasar baru.
"Intinya kami tegaskan akhir bulan ini sudah harus pindah semua. Karena ini kaitannya juga dengan kondisi lalu lintas di sekitar pasar," tandas Wahyu.
Salah satu pedagang Pasar Comboran, Hasbullah menyatakan siap untuk menempati area pasar yang sudah rampung dibangun. Selama ini ia sendiri memang berharap untuk segera menempati bangunan tersebut.
"Saya setuju, dan para pedagang sebagian besar setuju untuk segera pindah," terangnya.
Lebih jauh, warga Kelurahan Kedungkandang itu menyampaikan, berbagai fasilitas yang dibangun selama ini sudah memenuhi kriteria. Termasuk lapak PKL yang berada di belakang yang ia sebut sudah representatif untuk berjualan. Hasbullah mengatakan ia nantinya akan menempati area belakang, yang digunakan PKL.
Kemudian saat ditanyakan mengenai tarif atau nilai sewa yang harus ia bayarkan setiap bulannya nanti, ia menerangkan jika sejauh ini ia belum mengetahui dengan jelas. Pasalnya belum ada pembahasan soal ini lebih lanjut.
Menurut catatan Malang Post pasar ini sudah melalui tiga tahun proses revitalisasi. Dimulai sekitar Tahun 2017 lalu usai pasar ini mengalami kebakaran hebat tepatnya di Bulan Oktober 2017. Di Bulan September, pasar ini mulai direvitalisasi.
Menggunakan APBD 2017 pasar ini memiliki pagu anggaran sekitar Rp 7,4 Miliar. Proses memang dilakukan bertahap dan direncanakan dapat selesai penuh sebelum akhir tahun 2019. Akan tetapi saat itu pedagang masih belum mau pindah karena masih ada beberapa struktur bangunan yang kurang.
Seperti atap bocor hingga kurang luasnya lahan untuk menampung PKL nantinya. Maka dengan DAK tahun 2019, pembangunan kembali diperbaiki. Hingga selesai sepenuhnya di awal 2020 ini.
Menurut pantauan Malang Post, Pemkot Malang memang terus didesak mempercepat proses revitalisasi selesai. Karena hal ini berkaitan dengan kenyamanan warga sekitar juga pengendara yang melintas.
Pasalnya tempat penampungan pedagang sementara menggunakan tiga kawasan bahu jalan. Yakni Jl Sartono SH, Halmahera dan Prof Yamin. Salah seorang warga Prof Yamin, Mila Baisuni menjelaskan selalu sumpek ketika melintas di kawasan Pasar Comboran.
“Awal-awal sih gak apa-apa ini karena kelamaan sekali jadi sumpek kan. Jalan macet terus. Mau masuk gang rumah saja susah kalau udah padat disana,” tegas ibu dua anak ini.
Hal senada disampaikan pula oleh Andi Arifta, warga kawasan Kelurahan Kotalama. Ia yang biasanya mengantarkan anak sekolah di salah satu sekolah swasta kawasan Comboran mengaku sangat menginginkan relokasi pedagang segera dilakukan. Ia memandang kemacetan dan kepadatan selama kurang lebih dua tahun selama proses revitalisasi sangat menganggu kenyamanan pengendara.
“Setiap pagi atau sore saat antar dan jemput anak selalu macet. Karena memang lewat jalan depan pasar pastinya kena macet terus disana. Parkir juga semrawut belum lagi jalan ndak bersih. Sangat ganggu,” tandasnya.  
Setelah dipastikan bahwa pasar sudah dapat ditempati, menurut pantauan Malang Post, di gedung baru belum sama sekali terlihat aktivitas kepindahan pedagang alias kosong melompong.
Sedangkan pedagang masih beraktivitas melakukan transaksi jual beli di area sepanjang jalan Halmahera dan sekitarnya. Kemacetan juga masih nampak di sisi-sisi jalan yang terdampak.(ica/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...