Revitalisasi Pasar Comboran Rampung, Diskoperindag Cermati Dobel Nama Pedagang | Malang POST

Jumat, 28 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Revitalisasi Pasar Comboran Rampung, Diskoperindag Cermati Dobel Nama Pedagang

Rabu, 08 Jan 2020,

MALANG - Pedagang dan PKL Pasar Comboran yang saat ini masih menempati lapak-lapak sementara siap pindahan ke dalam gedung baru Pasar Comboran. Gedung itu sudah rampung revitalisasinya. Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya nama pedagang yang dobel atau justru dialihkan ke pihak lain, akan dilakukan pemutakhiran data.
Ya, pada pedagang diberi waktu untuk memindahkan semua barang barang dagangannya dan membersihkan lapak sementaranya. Kemudian masuk dan menempati gedung baru hingga 23 Januari 2019 ke depan.
Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang menegaskan hal ini, saat melakukan pertemuan dengan Paguyuban Pedagang Pasar Comboran Baru, Selasa (7/1) di Kantor Diskoperindag Kota Malang.
Ditegaskan pula mulai Rabu (8/1) pedagang sudah boleh pindah. Pedagang secara bertahap akan pindah ke setiap lapak yang sudah ditentukan.
Kepala Diskoperindag Kota Malang Drs Wahyu Setianto MM menyampaikan, pedagang diberi waktu untuk memboyong semua dagangannya sampai 23 Januari 2020. Namun pedagang akan diberi kelonggaran maksimal hingga akhir Januari.
"Pedagang mulai besok agar sudah digerakkan untuk memindahkan dagangannya," ungkapnya.
Saat ini pihaknya masih memantapkan fasilitas utama yakni listrik agar dapat berfungsi dengan baik. Akan tetapi diyakinkan bahwa Rabu (8/1) instalasi listrik sudah siap digunakan. Hal ini dipastikan agar mempercepat proses pemindahan pedagang ke gedung baru.
Sehingga, pedagang tetap dapat memindahkan barang dagangannya di sore atau malam hari," jelas Wahyu. Selain itu, telah disiapkan angkutan khusus bagi pedagang yang membutuhkan bantuan untuk pindahkan barang dagangannya.
Ia mengungkapkan, saat ini tercatat ada 332 pedagang yang akan menempati Pasar Baru Timur Comboran.
Terdiri dari pedagang pasar comboran lama dan pedagang kaki lima (PKL) yang menempati area pasar sejak lama. Dengan rincian 80 pedagang akan menempati bedak, dan sisanya menempati los.
Sementara untuk mengantisipasi kemungkinan adanya nama pedagang yang dobel atau justru dialihkan ke pihak lain, akan dilakukan pemutakhiran data. Sehingga nantinya akan diketahui, apakah pedagang yang terdaftar tetap menggunakan lapaknya untuk berjualan atau malah dialihkan ke pihak lain.
"Karena ini kan aset Pemerintah Kota Malang dan pedagang hanya menempati saja," tambahnya.
Wahyu juga menegaskan jika penempatan area pasar baru tersebut tanpa dipungut biaya sama sekali. Saat ini, posisi penempatan bedak telah diundi sesuai kesepakatan. Sedangkan PKL yang akan menempati area belakang masih akan kembali diatur ulang. Selanjutya pedagang hanya akan ditarik retribusi, dan tidak ada biaya administrasi di awal.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Baru Timur Comboran, Arief Zaki menambahkan, pedagang telah sepakat pindah ke dalam area pasar. Sederet fasilitas yang diberikan dinilai sudah sesuai dengan standart yang dibutuhkan.
"Sudah disepakati, mulai besok pedagang sudah mulai pindah dan maksimal 23 Januari," paparnya.
Menurutnya, pedagang akan terus melakukan komunikasi dengan Pemkot Malang berkaitan dengan beberapa hal teknis. Termasuk selama proses perpindahan pedagang yang harus dilakukan secara bertahap.
"Kami apresiasi upaya Pemkot Malang, terlebih Pasar Baru Timur Comboran ini akan dijadikan salah satu ikon Kota Malang. Selain pedagang sudah punya pelanggan, kami nantinya akan dapat pembeli baru dari wisatawan," pungkas Arief.
Sementara itu Wakil Wali Kota Malang Ir. Sofyan Edi Jarwoko sempat meninjau langsung lokasi gedung baru Pasar Comboran.
"Monitoring dan kehadiran saya ditempat ini untuk memberikan dorongan, support terkait kesiapan masuknya pedagang ke dalam Pasar Comboran,” tegasnya.
Dilanjutkannya hal ini dilakukannya juga untuk memastikan segala yang diatur  telah disiapkan dengan baik.  
Ia memberikan beberapa catatan terkait fasilitas di Pasar Comboran Baru ini.  Salah satunya terkait utilitas penunjang atau sarana prasarana dalam pasar. Yakni salah satunya seperti kran air pada kamar mandi dan sistem aliran air jika hujan datang.
Ia meminta dinas terkait memastikan aliran air (hujan) bergerak dengan baik ke dalam saluran maupun bak resapan.(ica/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...