MalangPost - Retribusi Pasar Batu Dihapus Sementara

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Retribusi Pasar Batu Dihapus Sementara

Rabu, 25 Mar 2020, Dibaca : 1653 Kali

BATU - Satu lagi solusi Pemkot Batu dalam menangani dampak Covid-19. Kebijakan terbaru yakni meniadakan pungutan retribusi bagi pedagang Pasar Besar. Namun batas waktu pedagang bebas retribusi itu belum diumumkan.
"Akibat Covid-19 Pemkot Batu tidak akan menarik retribusi pedagang Pasar Besar sampai kondisi kembali normal,” kata Wakil Wali Kota Batu, Ir Punjul Santoso MM.
Untuk diketahui, terdapat sekitar 3.200 pedagang yang berjualan di Pasar Besar Kota Batu. Selama ini setiap pedagang wajib membayar retribusi sebesar Rp 200 per meter per segi setiap hari kepada Pemkot Batu.


Hingga bulan Maret ini, retribusi pasar untuk pelataran telah terealisasi Rp 138 juta dari target tahun ini Rp 785 juta.  Untuk retribusi los pasar sudah terealisasi atau melebihi target Rp 34 juta dari total target sementara Rp 10 juta, dan retribusi pasar kios terealisasi Rp 141 juta dari target Rp 141 juta.
Sementara itu,  dampak kebijakan libur sekolah dan ditutupnya tempat wisata di Kota Batu sangat dirasakan pedagang Pasar Besar Batu. Penjualan menurun. Pasalnya banyak langganan atau pembeli dari hotel dan tempat wisata berhenti atau mengurangi pembelian.
"Libur sekolah dan penutupan tempat wisata sangat terasa bagi pedagang. Karena hotel dan tempat wisata sementara ini tidak beli bahan pokok atau mengurangi jumlah pembelian," ujar Hj  Jafar, pedagang Unit 2 Pasar Besar Kota Batu.


Ia menerangkan, dampak tersebut dirasakan sejak ditetapkannya libur dan penutupan tempat wisata sejak 16 Maret lalu. "Untuk omzet memang turun drastis. Sehari rata-rata dapat Rp 1 juta, sekarang dapat Rp 300 ribu. Ini karena hotel dan tempat usaha mengurangi pembelian atau tidak beli sama sekali," keluhnya. Karena itu kebijakan meniadakan retribusi pasar disambut pedagang. Sebab dirasa cukup membantu mereka.


Sementara itu, Ketua Pelaku Niaga Sipil (PNS) Alun-Alun Kota Batu, Puspita Herdysari menambahkan pihaknya telah mengikuti anjuran dari Pemkot Batu untuk tidak berjualan sementara waktu. Menurutnya apa yang dilakukan bersama pedagang kreatif lapangan (PKL) di Alun-Alun Kota Batu untuk kebaikan bersama.
"Kami PNS Alun-Alun Kota Batu sudah mulai libur sejak Selasa (24/3) . Ini demi kebaikan bersama. Alternatif lain untuk menjaga dapur tetap ngebul, teman-teman akan berjualan online," pungkasnya. (eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Kerisdiyanto