Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Diringkas, Guru Harus Makin Cerdas | Malang POST

Selasa, 18 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 27 Des 2019,

MALANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim baru-baru ini secara resmi menyatakan akan memangkas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari belasan komponen menjadi cukup satu lembar. Tiga komponen yang bakalan diusung pada RPP baru fokus kepada tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan assessment atau penilaian pembelajaran.
Pemangkasan RPP merupakan salah satu dari empat pokok kebijakan Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Mendikbud selain penghapusan UN, mengubah USBN dan perubahan sistem zonasi. Sehingga guru akan jauh lebih efektif dan efisien mempersiapkan dan mengevaluasi pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Malang, Dra. Zubaidah.,MM., mengatakan, perubahan RPP tersebut bukan dipangkas melainkan isinya dipadatkan, seperti ketika membuat Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) kalau Kerangka Acuan Kerja (KAK) itu singkat tetapi di dalamnya dijabarkan lagi.
“Jadi RPPnya nanti singkat, padat tetapi pada saat program implementasi programnya guru juga harus menjabarkan. Karena, kalau tanpa ada program yang jelas mereka juga akan kebingungan dalam menyampaikan materi,” ujar Ida, sapaan akrabnya.
Untuk itu ia menegaskan agar pemangkasan RPP tidak disalahartikan, karena dipersingkat bukan berarti dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik bisa seenaknya. Jadi RPP tersebut nantinya lebih singkat, padat tetapi dalam penjabarannya tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Jadi sekarang ini guru harus banyak inovasi dan harus evaluasi diri, jangan puas pada saat ini saja tetapi kedepan harus bisa mengantisipasi bagaimana anak ini betul-betul mengerti tentang apa yang disampaikan oleh guru,” tegasnya.
Sementara Kepala SMPN 8 Malang, Anny Yulistyowati, S.Pd.,MM, perubahan RPP dari Mendikbud berarti mengurangi  kesibukan guru untuk menyiapkan administrasi yang selama ini memang cukup banyak. Tetapi apapun bentuknya guru harus tetap membuat persiapan yang matang dalam proses pembelajarannya.
“Agar semuanya sesuai mulai perencanaan sampai penilaian, meskipun administrasinya mungkin lebih sederhana dan simpel namun target kurikulumnya harus terpenuhi,” papar Anny.
Gutu dituntut untuk melakukan persiapan dengan panduan yang sudah ada, termasuk rincian atau kebutuhan persiapan apa saja. RPP cukup satu halaman tersebut belum diinformasikan lebih lanjut kapan akan mulai diterapkan. (lin/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Linda



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...