Malang Post - Rekap Togel, Ditangkap Polisi

Minggu, 05 April 2020

  Mengikuti :


Rekap Togel, Ditangkap Polisi

Minggu, 03 Nov 2019

MALANG - Perang melawan perjudian terus ditabuh anggota reskrim Polsek Singosari. Terbukti, Kamis (31/10) petugas menangkap Rohmad Santoso, 48, warga Dusun Tejosari RT06 RW09 Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari. Rohmad diduga merupakan pengepul judi togel dengan sistem online.
Dari tangannya petugas juga mengamankan barang bukti satu unit HP merek OPPO 5s berisi nomor tombokam togel, satu lembar kertas rekapan nomor togel, satu bolpoint, dua spidol warna hitam,satu tas warna cokelat, uang Rp 79 ribu, dan dua lembar kertas bukti transfer, satu ATM BCA dan lainnya.
"Tersangka ini ditangkap di rumahnya. Dia adalah penjual dan pengepul , melayani penjualan ataupun setoran menggunakan sistem online atau mengirim pesan via WA atau media lainnya," kata Kapolsek Singosari, Kompo Untung Bagyo Riyanto SH.
Untung menjelaskan, penangkapan ini berawal saat anggota Reskrim Polsek Singosari melakukan patroli di wilayah Kelurahan Candirenggo. Saat itulah petugas mendapat informasi tersangka sedang merekap nomor judi togel. "Kami langsung mendatangi rumah tersangka. Saat itu yang bersangkutan sedang merekap nomor togel di kertas," tambah Untung.
Meski kedapatan merekap, semula tersngka tidak mengakui perbuatannya. Dia mengatakan kertas rekapan itu milik temannya. Tapi setelah cukup bukti, tersangka mengakui perbuatannya. "Tersangka langsung kami kami bawa ke Polsek Singosari untuk pemeriksaan lebih lanjut," tambah Untung.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Singosari, Iptu Supriono menjelaskan, tersangka mulai membuka bisnis toto gelap ini sejak setahun terakhir. Alasannya ia tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga uang hasil penjualan togel digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Dalam seminggu tersangka berjualan togel tiga kali. Untuk acuan nomor togel dia mengikuti putaran luar negeri, yakni Hongkong, Singapura dan Sydney," katanya.
Mas Pri begitu dia akrab dipanggil menyebutkan, setiap kali bukaan tersangka mengapatkan omzet  Rp 500 ribu. "Tersangka kami kenakan pasal 303 KUHP, dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara," tandasnya.(ira/lim)

Editor : halim
Penulis : ira

  Berita Lainnya





Loading...