Ratih Tetap Ikut Sumpah Janji Anggota DPRD | Malang Post

Sabtu, 14 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 24 Agu 2019, dibaca : 754 , Udi, ss

SURABAYA- Ratih Retnowati anggota DPRD Surabaya dari Partai Demokrat tetap mengikuti prosesi pengambilan sumpah janji anggota DPRD Surabaya periode 2019-2024 di Gedung DPRD Surabaya, Sabtu (24/8/2019).
Ratih saat ini menyandang status tersangka dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, terkait korupsi dana hibah Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) 2016.  Hadi Siswanto Sekretaris DPRD Kota Surabaya sebelumnya mengatakan, Ratih tetap dilantik sesuai surat keputusan Gubernur Jatim tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota DPRD Kota Surabaya. Dalam surat tersebut nama Ratih tercantum dan total anggota yang dilantik tetap 50 orang. Usai mengucapkan sumpah janji, Ratih langsung meninggalkan ruangan sidang paripurna melalui pintu samping.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya sebelumnya telah mengusulkan penundaan pelantikan terhadap anggota DPRD Surabaya yang berstatus tersangka ke Gubernur Jawa Timur melalui Wali Kota Surabaya. Menurut Hadi, hal tersebut hanya sebatas usulan.
Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak menetapkan tiga tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi dana Jasmas DPRD Kota Surabaya, Senin (19/8/2019). Tiga tersangka itu, Ratih Retnowati, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Dini Rinjati, Anggota Komisi B DPRD Surabaya, dan Saiful Aidy, Anggota Komisi C DPRD Surabaya.
Menurut Lingga Nuarie, Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, tiga tersangka itu perannya sama dengan tiga anggota DPRD Surabaya yang ditetapkan tersangka sebelumnya, yakni Darmawan, Sugito, dan Binti Rochma. Mereka berperan sebagai penampung proposal dari Agus Setiawan Tjong pelaksana sekaligus koordinator Jasmas yang telah di vonis 6 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Surabaya pada 31 Juli 2019 lalu. "Perannya sama seperti yang kemarin," ujarnya.
Lingga mengatakan, Kejaksaan telah melayangkan panggilan pemeriksaan terhadap tiga orang ini, tapi tidak dihiraukan. Sehingga, penyidik menetapkan ketiganya sebagai tersangka. "Panggilan sudah ketiga kali, tapi tidak datang makanya kami tetapkan tersangka," katanya.
Lingga menegaskan, langkah selanjutnya adalah melayangkan panggilan terhadap tiga orang ini sebagai tersangka. Apabila dalam panggilan yang ketiga tidak kunjung datang, maka dilakukan jemput paksa. "Selanjutnya melakukan penggilan ulang dengan status tersangka, kalau tidak datang akan ada upaya hukum," katanya.
Sejak ditetapkan tersangka, tiga anggota dewan ini telah dicekal ke luar negeri dan rekening sudah diblokir oleh tim Kejari Tanjung Perak. "Dicekal sejak penetapan tersangka, rekening juga sudah diblokir," tambahnya.
Sebelumnya, Agus Setiawan Tjong divonis enam setengah tahun oleh Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Surabaya dalam perkara korupsi Jasmas DPRD Surabaya tahun anggaran 2016. Terdakwa Agus Tjong disebut bersama-sama dengan enam orang anggota DPRD Surabaya, yakni Darmawan, Sugito, Binti Rochma, Dini Rinjani, Ratih Retnowati, dan Saiful Aidy telah melakukan pemufakatan jahat untuk mengkoordinir pengadaan proyek Jasmas yang bertentangan dengan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 25 tahun 2016 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD.  
Renville Antonio, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur mengatakan, sudah ada sejumlah nama untuk menggantikan Ratih Retnowati Ketua DPC Demokrat Surabaya. "Sudah mengajukan pengunduran diri sebagai ketua karena ingin fokus pada kasus yang menimpanya," kata Renville di Surabaya, kemarin.
DPD Partai Demokrat Jatim sudah menyiapkan tiga nama kadernya untuk menggantikan posisi Ratih sembari berkonsultasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Tiga nama itu antara lain Bayu Airlangga caleg terpilih DPRD Jatim yang juga menantu Soekarwo, Hartoyo Ketua Komisi E DPRD Jatim saat ini, dan Mochammad Rizal Wakil Sekretaris Demokrat Jatim. (ss/dt/udi)



Sabtu, 14 Des 2019

Ngebet Ingin HP, Nekat Mencuri

Loading...