Malang Post - Rancang ATIK, Dosen UM Mudahkan Tugas Guru

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Rancang ATIK, Dosen UM Mudahkan Tugas Guru

Senin, 30 Sep 2019

MALANG - Tiga dosen Universitas Negeri Malang (UM) dari Prodi Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di MI KH. Hasyim Asy'ari Blimbing. Mereka adalah Shofiyah Al Idrus, S.Pd., M.Pd, Wahyu Nur Hidayat, S.Pd., M.Pd, dan Dr. H. Hakkun Elmunsyah., MT. Dalam kegiatan pengabdian, Sabtu (28/9) lalu, mereka memberikan pelatihan kepada guru-guru di madrasah setempat dalam menerapkan program Analisis Tematik (ATIK).
Bertempat di salah satu ruang kelas MI KH. Hasyim Asy'ari, pelatihan tersebut diikuti oleh puluhan guru dengan penuh antusias. Setiap peserta telah siap dengan laptop masing-masing sebagai sarana pelatihan.
Shofiyah Al Idrus, S.Pd., M.Pd, selaku Ketua Tim Pengabdian Dosen pada Masyarakat mengatakan, program aplikasi ATIK yang dibuat bersama tim akan sangat membantu tugas guru untuk menganalisis hasil evaluasi belajar. Tujuan utamanya untuk menganalisis hasil ujian berdasarkan data hasil ujian siswanya.
Selama ini guru hanya menggunakan paper biasa, dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Karena harus menganalisis soal satu persatu. Hasilnya pun belum tentu valid sesuai dengan yang diharapkan.  
Belum lagi masih banyak guru yang mengerti cara memvalidasi dan lain sebagainya.
"Program aplikasi ini bisa digunakan untuk sarana evaluasi pembelajaran, yang sementara ini bisa dimanfaatkan oleh guru MI/SD," ungkapnya.
Pembuatan program aplikasi ATIK berawal dari curhatan banyak guru akan kesulitan yang mereka alami saat menganalisis jawaban siswa. Apalagi penilaian tematik sangat rumit, banyak kolom-kolom yang harus diisi.
Termasuk item-item yang harus dinilai. Dan bukan evaluasi dari satu mapel saja. Tapi untuk penilaian per tema dan sub tema.
"Itu yang dialami para guru selama ini.  Maka dibutuhkan program yang dapat membantu mereka dalam menganalisis dan menyelesaikan asesmen secara cepat," jelasnya.
Penggunaan aplikasi ATIK juga tidak rumit. Semua persiapan sudah ada di sistem, guru tinggal menyiapkan jenis soal, soal dan jawaban siswanya.
"Setelah itu tinggal menggenerate satu button saja, maka akan langsung muncul hasilnya. Dari data yang muncul, guru hanya melihat kesimpulannya saja, soal ini bisa dipakai apa tidak. Atau bisa kembali diujikan atau tidak," terangnya.
Shofiyah menuturkan, ATIK merupakan program aplikasi berbasis website. Tidak perlu didownload atau dilakukan penginstalan. Sehingga bisa diakses dimanapun dan dengan perangkat apapun. Hasil dari pantauannya selama ini, belum ada program aplikasi yang sama atau sejenis. Terutama di kalangan lembaga pendidikan dasar SD atau MI.
Ia juga mengungkapkan sejak uji coba aplikasi tersebut, tidak ditemukan kendala. Selain itu, respon dari para guru juga sangat bagus.  Keterampilan dan kemampuan guru dalam menggunakan sistem digital juga bisa semakin berkembang.
"Selain tentunya mempermudah kinerja mereka. Sebab apa yang kita buat ini untuk mempermudah user, yang dalam hal ini adalah guru," pungkasnya. (imm/oci)

Editor : rosida
Penulis : imam

  Berita Lainnya





Loading...