MalangPost - RAMPAS PONSEL DEMI MOBILE LEGEND

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

RAMPAS PONSEL DEMI MOBILE LEGEND

Kamis, 30 Jul 2020, Dibaca : 1152 Kali

Sopir truk berusia 25 tahun ini, punya dalih unik. Katanya, dia pernah jadi korban perampasan ponsel. Pelakunya seorang oknum aparat saat razia. Adi nekat menyaru menjadi polisi. Dia merampas ponsel bocah-bocah nakal yang mabuk. Selain itu, juga mengakui jika hasil rampasan dipakai modal main game Mobile Legends. 

Pemuda asal Dampit ini sekitar pukul 20.00, beraksi sendirian.  Hari itu, Sabtu 27 Juni, dia nampak di sisi selatan Stadion Kanjuruhan. Tepatnya di depan ruko K-58. Malam itu, nampak 5 bocah dan seorang pria dewasa berkumpul. Mereka asyik nenggak minuman keras. Tiba-tiba mereka kaget dan ketakutan saat Adi muncul. Jaket hijau kelam, bicara dengan nada tinggi dan keras, bahkan mengeluarkan pistol mainan.

Berlagak sedang razia sepeda motor, Adi meminta surat kendaraan. Dia memaksa mengumpulkan ponsel dengan alasan sebagai jaminan. Sebanyak 6 ponsel, dirampas dari korban. Beberapa diantaranya,  Oppo A39, Oppo F11, Xiaomi Redmi 4a,Oppo A5s dan Galaxy J2 Prime.  Meski demikian, dia menyebut beraksi di tempat berbeda dan waktu berbeda. "Itu beda waktu Pak. Saya begitu, maksud saya biar si polisi DN, ditangkap juga. Saya dulu pernah dirampas hp saya. Saya dendam. Lalu saya beli pistol mainan Rp 45 ribu di Shoope," aku Adi. 

"Saya pakai top up diamond game online, mobile legend, sudah rank legends saya. Saya Rp 50 ribu amal dek Gondanglegi," ujar polos Adi yang saat kejadian akan mengemudikan truk ke Sumberpucung. Namun justru berhenti di Stadion Kanjuruhan untuk beraksi. Dia mengaku belum menikah. Sebenarnya dia dari keluarga mapan. Tidak tampak wajah penyesalan dari gesture badannya, meski di kantor polisi. Penyidik juga tidak kesulitan menginterogasi keterangannya. 

Adi yang kini jadi tersangka, ditangkap Buser Polsek Kepanjen beberapa hari lalu. Ini pertama kalinya dia berurusan dengan polisi. Justru dijerat pasal cukup berat. Yakni pasal 368 KUHP tentang tindak pidana perampasan dengan hukuman lebih dari 5 tahun kurungan penjara. "Korban berinisial FRM (17), MAH (16), WPA (16), CP (15) warga Darungan, Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Kami tangkap dia saat berlangsung operasi Sikat Semeru 2020 beberapa saat lalu. Aksinya di Stadion Kanjuruhan," ungkap Kapolsek Kepanjen, Kompol Yatmo, mendampingi Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar SIK MH.

Editor : yan
Penulis : oio